<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673</id><updated>2012-01-13T02:12:39.670-08:00</updated><title type='text'>miserable song</title><subtitle type='html'>Catatan Harian Revalina Ranting</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7421159559197038876</id><published>2011-11-25T07:44:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T07:44:55.924-08:00</updated><title type='text'>tiba-tiba merinduimu</title><content type='html'>by Revalina Ranting on Saturday, November 19, 2011 at 8:03pm: untuk kekasihku dalam doa sayup yang kupelihara sepanjang persemedian itu, aku memanggili namamudalam keremangan senja. pertemuan jarak itu membelengguku untuk pergi. aku memanggilimu ini jauh seperti yang aku harapmeski hati terpaut rindu, namun keinginan untuk menyentuhmu dalam persenggamaan malam cuma mengais alpadan kini aku kembali berlayar tanpa kapal nuhmengarungi hidup sendiritapi, aku masih memanggilimu... : pedih aku tak punya kekuatan untuk membuka kitab-kitab yang mendebu dalam kalbu. bahkan bersujud rukuk dalam khusuk menjadi impian yang kerap tertunda. namun, aku selalu dan selalu memanggilimu : sakit kau adalah penawar terbaik bagi luka-luka yang mencadas. merinduimu adalah kekuatan yang menagakkan tulang-tulangku. dan aku akan selalu memanggilimu aku cuma debu yang beterbangan di sisi gelapmuberharap menemukan cahayamu kembalidalam rengkuh rukuk sujud yang tertunda  singapur, masih dalam sujud ngawur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7421159559197038876?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7421159559197038876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7421159559197038876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7421159559197038876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7421159559197038876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2011/11/tiba-tiba-merinduimu.html' title='tiba-tiba merinduimu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-4292444349981573977</id><published>2011-11-25T07:29:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T07:29:40.127-08:00</updated><title type='text'>koktail</title><content type='html'>koktail dalam ingatan lelakikuby Revalina Ranting on Wednesday, November 23, 2011 at 12:02am: Sepanjang pedestrian mall- boat quay Kau memang datang lebih dulu ke bar itu. memesan koktail. Mereguknya dalam pilu yang sempurna. Sementara aku berdiri di luar jendela. menatap alpa aku ingin melebur bersama gin, wiski, vodka, rum atau apa sajaatau kalau perlu, mabuk bersamamu. lalu berceloteh seperti orang gila menyusuri malam di boat quaymenikmati skyline sepertinya kita tak perlu menghitung bintang-bintang, sayang...karena mereka sudah bertaburan di gedung-gedung komersial- milik saudagar china dan beberapa bisnismen eropa yang tetap menjadi raja bahkan di negara kita juga ah, biarlah mereka berkerut kening memikirkan laju inflasisementara kita cukup nikmati laju birahikita - atau cuma aku?kembali aku terjebak dalam ilusi kau semakin liar mereguk koktailmu. entah sudah gelas keberapa semenjak aku berdiri di luar jendela. Menatapmu alpa.alunan dj benny benassi, kelakar turis-turis australi, para towkey dan perempuan-prempuan Thai yang berseliweran mencari teman laki-laki. Seperti perempuan setengah telanjang yang menyandarkan tubuh harumnya di punggungmu. Merajuk-rayu. Tapi kau masih memilih koktailmu… Dan aku. Masih memilih berdiri di luar bar. Bersama perempuan-perempuan penghuni red district. Menghisap mild mentol. Menatapmu. Alpa.  singapore  notes:- boat quay - wilayah bisnis di sepanjang singapore river. juga pusat bar, pub, kelab malam dan restoran dan kafe.- pedestrian mall : istilah pusat belanja para pejalan kaki.- koktail: minuman beralkohol terdiri dari lebih dari satu bahan. bahan dasarnya bisa vodca, rum, gin atau wiski yang dicampur dengan sari buah, gula, madu, es, minuman berkarborasi, bitter dsb.- towkey: bisnismen china- red district atau wilayah 'remang-remang' di singapura, selain di boat quay, juga ada di sekitar gaylang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-4292444349981573977?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/4292444349981573977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=4292444349981573977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4292444349981573977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4292444349981573977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2011/11/koktail.html' title='koktail'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-3540303556995216901</id><published>2011-11-25T06:35:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T06:45:05.098-08:00</updated><title type='text'>Realita Cinta Perempuan Migran Singapura</title><content type='html'>Ketika kita membaca berita tentang maid abuse – entah itu penyiksaan, pemerkosaan, penyekapan dan gaji yang tak dibayar, pikiran kita secara otomatis tersetir pada asumsi bahwa buruh migran selalu identik dengan pelecehan hak asasi manusia. Tapi bagaimana jika pelecehan itu diciptakan oleh buruh migran sendiri? Terutama bagi mereka yang dengan suka rela menjalin romansa cinta di negeri seberang. meski pada kenyataannya mereka telah memiliki keluarga – suami – di negara asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak semua buruh migran terlibat dalam urusan cinta. Tapi tak ada salahnya kita menengok sedikit tentang realita cinta mereka. Sebagai pengendur syaraf setelah pikiran kita dijejali oleh berita yang melulu tentang itu dan keterlibatan pemerintah yang selalu dipandang apatis dalam menuntaskan masalah mereka. Atau wacana tentang pembelaan hak-hak mereka dan aksi menyalah-nyalahkan pihak tertentu yang justru menambah runyam suasana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta perempuan migran, terutama di Singapura bukanlah hal yang baru sebenarnya. Hampir separuh dari mereka memilih menjalin cinta dengan lelaki beda negara, budaya bahkan agama. Rata-rata teman lelaki mereka berasal dari Banglades – bangsa kulit hitam yang bekerja di bidang konstruksi, meski tak menuntut kemungkinan, mereka juga menjalin hubungan dengan warga Singapura.  Alasannya berbeda-beda. Ada yang hanya untuk kesenangan semata. Atau ke jenjang yang lebih serius – semisal pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk membunuh kejenuhan, motif mereka mencari local boyfriend karena mereka merasa senasib. Merantau ke negara asing, jauh dari keluarga dan tekanan pekerjaan membuat mereka terdorong untuk mencari seseorang yang bisa diajak curhat secara intim. Banyak wanita yang saya interview mengaku, mereka lebih merasa nyaman mendiskusikan masalah mereka dengan lain jenis. Alasan yang lebih umum, untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka. Terutama bagi mereka yang telah menikah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Api dalam sekam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjalin hubungan seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Itu hak mereka. Namun masalah muncul ketika hubungan itu memacu konflik. Seperti kasus yang terjadi  pada TKW asal Indonesia yang dibunuh dan mayatnya di temukan di water thank gedung HDB di Woodlands (the straits times,  17 mei 2011). Lagi-lagi karena konflik asmara. Pacarnya, warga Bangladesh (27), cemburu karena si perempuan punya simpanan lain, sedang si pacar merasa telah memberikan apa yang wanita itu inginkan. Cemburu yang memicu perkelahian. Perkelahian yang berujung pembunuhan. Kisah cinta yang berakhir tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah ada kasus seperti itu, para TKW di Singapura tak jera menjalin cinta dengan lelaki asing. Bahkan terkadang, sampai melupakan keluarga yang ditinggalkan. Mereka tetap mengunjungi mall-mall seperti Lucky Plaza, City Plaza, Tangs Departement Store dan tempat-tempat menarik yang dijadikan ladang romantik bagi wanita migran di Singapura. Entah itu wanita indo maupun pinay – sebutan untuk wanita Filipina. Hal ini yang menjadi pemicu retaknya hubungan pernikahan mereka. Dan secara otomatis, melahirkan dampak psikologis bagi anak-anak yang ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan riset yang dilakukan Abdul Ghofur, S.Pd di SMP 4 Gringsing, Batang, perkembangan jiwa anak yang ditinggal ibunya bekerja ke luar negri jauh berbeda dengan mereka yang didampingi  oleh orang tua lengkap. Rata-rata mereka menjadi anak pembangkang dan sulit diatur. Namun itu yang jarang diperhatikan oleh wanita migran. Kebanyakan dari mereka cuma memantau sekilas perkembangan psikologis anak atau bahkan tak memikirkan hal itu sama sekali. Tugas mereka cuma mengirimkan uang, anak tak kekurangan uang jajan, tak pernah nunggak biaya sekolah dan kebutuhan rumah tangga tercukupi. Selebihnya mereka mencari kesenangan sendiri dengan  dalih membunuh kejenuhan. Dengan cara tadi: mencari laki-laki lain! Tapi perlu digaris bawahi – sebelum penulis ditimpuk batu oleh sesama wanita migran – tidak semua perempuan migran bermain-main asmara di Singapura! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TKW Nakal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Maid in Singapore, Crisanta Sampang menyebutkan bahwa meskipun dilakukan tes kehamilan dua kali setahun oleh MOM (mentri ketenagakerjaan Singapura), sedikit banyak dari mereka yang melakukan hubungan seksual dengan pacarnya, mengalami kehamilan, melakukan aborsi atau lari dengan suami orang lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal ini juga terekam dari pembicaraan para TKW – baik interview secara eksklusif atau cuma cerita dari TKW lain. TKW yang nakal, biasanya menjadikan pacarnya sebagai penjamin hidup selama mereka bekerja di negara tersebut. Hal ini bukan rahasia lagi di sini. Seperti pengakuan salah satu TKW yang menjalin hubungan dengan apek – sebutan laki-laki China setengah tua. Dia mengaku telah mendapat jatah yang setara dengan gajinya perbulan. Belum lagi pulsa, belum lagi kebutuhan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, cuma disuruh menemaninya di hotel.” katanya blak-blakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel? Ya! Sama dengan pasangan lain di Indonesia, di Singapura, mereka juga menggunakan sarana hotel sebagai tempat memadu cinta. Ada beberapa hotel yang bisa mudah dibooking hanya dengan menunjukkan work permit atau surat ijin kerja. Seperti misalnya motel-motel di daerah Gaylang- yang diklaim sebagai  low-price destination, tempat favorit bagi pecinta karena murah dan bisa disewa perjam.  Atau kalau tidak, wanitanya sendiri yang datang ke barak-barak para pekerja konstruksi dan menghabiskan waktu sehari bersama layaknya suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Invisible transaction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lalu apakah mereka yang kencan selalu pasangan kekasih long-term? Tidak! Banyak diantara mereka yang sengaja mencari teman kencan dadakan di tempat-tempat yang telah disebut di atas. Ada juga yang melakukan aksi prositusi. Mereka melakukan transaksi dengan menggunakan isyarat tertentu. Pemandu saya yang mengantar saya observasi ke City Plaza menunjuk salah satu perempuan yang mempermainkan jari-jarinya dan bermain mata dengan lelaki yang tak jauh darinya.  Mungkin orang awam tak bisa membaca kode itu. Tapi pemandu saya memberitahu bahwa itu merupakan cara mereka menentukan harga. Lima jari untuk lima puluh dolar, empat jari untuk empat puluh dolar dan sebagiainya. Bila tak sepakat, transaksi batal! &lt;br /&gt;Wanita-wanita seperti itu biasanya memang sengaja memanfaatkan waktu off day mereka untuk mencari tambahan uang. Sasaran mereka adalah blue collar worker  seperti sopir taksi dan pekerja konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap tulisan di atas sedikit memberi gambaran bahwa kehidupan perempuan migran sebenarnya tak jauh beda dengan kehidupan kita sehari-hari. Yang menjadi hal istimewa, karena mereka berada di luar negara kita. Permasalahan mereka menjadi semakin rumit karena harus berhadapan dengan hukum negara lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga berharap, kita jadi lebih open minded dalam menghadapi tingkah laku mereka yang kadang berseberangan dengan budaya kita sendiri. Menghujat mereka bukan jalan terbaik. Tapi membiarkan mereka tanpa dampingan psikologis rasanya juga tak bijak. Itu pe-er kita bersama. Terutama pihak-pihak yang terlibat dalam dunia mereka. Romantisme wanita migran hanyalah bumbu. Yang utama adalah memperbaiki segala aspek secara kompleks. Baik dalam tubuh pemerintah yang menangani kasus mereka, PJTKI, dan yang lebih penting, membangun pribadi wanita migran yang kuat, tangguh dan mampu menjaga harga diri. Salam dari Singapura.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-3540303556995216901?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/3540303556995216901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=3540303556995216901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3540303556995216901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3540303556995216901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2011/11/realita-cinta-perempuan-migran.html' title='Realita Cinta Perempuan Migran Singapura'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2536426925579154994</id><published>2010-05-07T23:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:04:46.912-07:00</updated><title type='text'>Catatan Luka</title><content type='html'>Aku nggak ngerti batas sebuah harga diri. Ketika aku membutuhkan dan aku meminta pada seseorang yang kapasitasnya bukan siapa-siapa, apakah itu termasuk menjatuhkan harga diri? Ketika aku mengangguk  saja pada orang asing yang mengajakku bertemu atau lebih tepatnya berkencan, apakah aku sudah kehilangan harga diri? Ketika aku diam saja pada orang yang menyetubuhiku dan menganggap seolah tidak terjadi apa-apa, apakah aku sudah tak punya harga diri?&lt;br /&gt;Mungkin dia berpikir aku pelacur atau justru lebih rendah dari itu karena aku mau-mau saja ketika dia mengajakku berkencan. Aku dengan mudah mengatakan “ya!” tanpa peduli siapa dia, tanpa mau tahu dia orang baik-baik atau bukan. Cuek saja ketika tahu-tahu ternyata dia sudah punya keluarga. Meskipun sebenarnya ada luka yang menganga. Dibodohi! Dibohongi! Dan dengan mudah ia mencabik-cabik perasaan dengan mengatakan bahwa hubungan yang terjalin itu hanya pertemanan biasa. Jangan bawa-bawa perasaan. Jangan berharap terlalu banyak karena dia bilang: tak bisa memberikan lebih. &lt;br /&gt;Ah, betapa tololnya! Dan aku seperti kerbau yang dipaksa mengangguk karena semua sudah terlanjur terjadi. Menyetujui kesepakatan. Perjanjian bodoh yang seharusnya lebih memberatkan aku tapi dianggap wajar-wajar saja oleh ia.&lt;br /&gt;Mungkin dia bisa berhubungan dengan seorang wanita – yang kapasitasnya bukan siapa-siapa – tanpa melibatkan perasaan. Mungkin dia bisa melupakan adegan yang tlah tercipta karena kesalahan dan kembali ke batas normal. Atau dengan mudah merangkai alibi yang intinya: ya sudah! Itu toh kesalahan kamu juga. Kenapa kamu mau? Kenapa kamu minta? Kita disini cuma bersenang-senang, kan? Jangan libatkan perasaan ya! Aku masih mau jadi sahabatmu, kok!&lt;br /&gt;Terus terang, meskipun aku leluasa tertawa, dalam hati kecilku menangis juga….&lt;br /&gt;Aku memang salah. Aku benar-benar tak tahu skenarionya seperti itu. Seperti semuanya terjadi begitu saja. Awalnya kenal lewat facebook, janjian ketemu, benar-benar ketemu, jalan semalaman dan terjadilah….&lt;br /&gt;Dan jujur saja, aku tak bisa menganggap itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Bagiku itu terlalu istimewa. Di luar logika! Dan tentang perasaan itu, aku tetap menaruh perasaan yang tak mungkin bisa kuhapus selamanya….&lt;br /&gt;Maaf…. (cuplikan cerpen catatan luka: mei 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2536426925579154994?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2536426925579154994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2536426925579154994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2536426925579154994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2536426925579154994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2010/05/catatan-luka.html' title='Catatan Luka'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5776800190359264637</id><published>2010-01-25T19:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T19:54:11.359-08:00</updated><title type='text'>makalah jurnalistik</title><content type='html'>Jadi wartawan muda?&lt;br /&gt;Siapa takut!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Ismun Faidah (Vie’s)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WORKSHOP JURNALISTIK&lt;br /&gt;SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG&lt;br /&gt;TAHUN PELAJARAN 2009/2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, life skill yang pertama diberikan dalam pelajaran bahasa di bangku sekolah adalah ketrampilan kewartawanan. Siswa dididik menjadi kreatif dan inovatif dalam mengelola ragam bahasa. Nantinya diharapkan mereka mampu menjadi kader-kader pers yang handal dan professional. &lt;br /&gt;Alangkah bangga sekolah kita bila salah satu atau salah dua muridnya menjadi seorang jurnalis terkemuka. Betapa bahagianya guru-guru, terutama guru Bahasa Indonesia melihat anak didiknya menjadi pahlawan pena. Karenanya, dalam kesempatan ini, hendaknya kita siapkan diri menjadi insan pers sejati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang Jurnalistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Jurnalistik&lt;br /&gt;- Etimologis&lt;br /&gt;Berasal dari bahasa Perancis – journ : catatan atau laporan harian&lt;br /&gt;Secara singkat, jurnalistik berarti kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.&lt;br /&gt;- Kamus&lt;br /&gt;Jurnalistik berarti kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya.&lt;br /&gt;- Ensiklopedi Indonesia&lt;br /&gt;Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.&lt;br /&gt;Sekilas Perkembangan Jurnalistik&lt;br /&gt;- Kelahiran Wartawan Pertama&lt;br /&gt;Pada zaman Romawi lahir wartawan-wartawan pertama. Terdiri atas budak-budak belian yang oleh pemiliknya diberi tugas mengumpulkan informasi, berita-berita, bahkan juga menghadiri sidang-sidang senat dan melaporkan semua hasilnya baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;- Jurnalistik di Eropa&lt;br /&gt;Di Jerman, terbit surat kabar pertama bernama Avisa Relation Order Zeitung pada 1609. sembilan tahun kemudian, surat kabar tertua bernama Courante Uyt Italian en Duytschland terbit di Belanda. Pada 1662 Curant of General News terbit di Inggris.&lt;br /&gt;- Zaman Penjajahan di Indonesia&lt;br /&gt;Jurnalistik pers mulai dikenal pada 1744 ketika sebuah surat kabar bernama Bataviasche Nouvelles diterbitkan dengan penguasaan orang-orang Belanda. Pada abad 20, Medan Prijaji sebagai surat kabar pertama milik bangsa Indonesia terbit di Bandung. Medan Prijaji dimiliki dan dikelola oleh Tirto Hadisurjo alias Raden Mas Djokomono.&lt;br /&gt;- Jurnalistik dalam Orde Reformasi&lt;br /&gt;Sejak kejatuhan rezim Soeharto, kebebasan jurnalistik berubah secara drastis menjadi kemerdekaan jurnalistik. Departemen Penerangan sebagai malaikat pencabut nyawa pers dibubarkan.&lt;br /&gt;UU Pokok Pers No.21/1982 diganti dengan UU Pokok Pers No.40/1999. Siapa pun bisa menerbitkan dan mengelola pers. Siapa pun bisa menjadi wartawan dan masuk dalam organisasi pers mana pun.&lt;br /&gt;Bentuk Jurnalistik&lt;br /&gt;Jurnalistik dibagi menjadi tiga bagian besar:&lt;br /&gt;1. Jurnalistik media cetak (newspaper and magazine journalism)&lt;br /&gt;2. Jurnalistik media elektronik auditif (radio broadcast journalism)&lt;br /&gt;3. Jurnalistik audio visual (television journalism)&lt;br /&gt;Produk Jurnalistik&lt;br /&gt;Produk jurnalistik adalah surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkalanya seperti radio, televisi, dan media on-line internet.&lt;br /&gt;Produk itu dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu:&lt;br /&gt;1. Berita (news), meliputi:&lt;br /&gt;a. Berita langsung (straight news)&lt;br /&gt;b. Berita menyeluruh (comprehensive news)&lt;br /&gt;c. Berita mendalam (depth news)&lt;br /&gt;d. Laporan mendalam (depth reporting)&lt;br /&gt;e. Berita penyelidikan (investigative news)&lt;br /&gt;f. Berita khas (feature news)&lt;br /&gt;g. Berita gambar (photo news)&lt;br /&gt;2. Opini (views)&lt;br /&gt;Meliputi: tajuk rencana, karikatur, pojok, artikel, kolom, esai, dan surat pembaca.&lt;br /&gt;3. Iklan (advertising) &lt;br /&gt;Dari ketiganya, hanya news dan views yang termasuk produk jurnalistik, sementara iklan bukan produk jurnalistik meskipun teknik yang digunakan merujuk pada teknik jurnalistik.&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Pers&lt;br /&gt;Pers mengandung dua arti. Arti sempit dan arti luas. Dalam arti sempit, pers hanya menunjuk pada media cetak berkala. Dalam arti luas, pers selain menunjuk pada media cetak berkala juga mencakup media elektronik auditif dan media elektronik audiovisual berkala. Pers dalam arti luas disebut media massa.&lt;br /&gt;Fungsi Utama Pers&lt;br /&gt;- Informasi (to inform): memberikan informasi secepat-cepatnya kepada masyarakat luas secara actual, akurat, factual, menarik, benar dan jernih.&lt;br /&gt;- Edukasi (to educate): Wilbur schramm dalam men, massage and media (1973) pers adalah whatcer, teacher, forum (pengamat, guru dan forum). Jadi informasi yang disampaikan pers, hendaknya bersifat mendidik.&lt;br /&gt;- Koreksi (to influence): pers adalah pilat demokrasi keempat setelah lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif. Kehadirannya sebagai pengawas agar kekuasaan itu tidak korup dan absolute. &lt;br /&gt;- Rekreasi (to entertain) : pers harus mampu memerankan diri sebagai wahana yang menyenangkan bagi masyarakat. Cerpen, teka-teki ataupun anekdot yang disajikan hendaknya tidak bersifat negative.&lt;br /&gt;- Mediasi (to mediate): artinya sebagai penghubung, mediator/fasilitator. Fungsinya menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain, orang yang satu dengan orang yang lain, peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain dalam waktu yang sama. &lt;br /&gt;Karakteristik Pers&lt;br /&gt;- Periodesitas  : pers harus terbit secara teratur pada waktu yang sudah direncanakan.&lt;br /&gt;- Publisistas  : pers ditujukan kepada masyarakat luas.&lt;br /&gt;- Aktualitas  : memuat hal baru dan hangat.&lt;br /&gt;- Universalitas  : menyangkut seluruh bidang kehidupan manusia&lt;br /&gt;- Objektivitas  : nilai moral yang dipegang pers dalam menjalankan profesi jurnalistiknya.&lt;br /&gt; Tipologi Pers&lt;br /&gt;1. Pers berkualitas (quality newspaper)&lt;br /&gt;Penerbitan pers berkualitas memilih cara penyajian yang etis, moralis, intelektual. Sangat dihindari pola dan penyajian pemberitaan yang bersifat emosional frontal. Pers jenis ini sangat meyakini pendapat: kualitas dan kredibilitas media hanya bisa diraih melalui pendekatan profesionalisme secara total. Ditujukan untuk masyarakat kelas menengah atas.&lt;br /&gt;2. Pers populer (popular newspaper)&lt;br /&gt;Pers populer sangat menekankan nilai serta kepentingan komersial. Pers ini lebih banyak dimaksudkan untuk memberikan informasi dan rekreasi (hiburan). Sasaran pembaca pers populer adalah kalangan menengah-bawah.&lt;br /&gt;3. Pers kuning (yellow newspaper)&lt;br /&gt;Disebut pers kuning karena penyajian pers jenis ini banyak mengeksploitasi warna. Bagi pers kuning, kaidah baku jurnalistik tak diperlukan.Berita tak harus berpijak pada fakta, tetapi bisa saja didasari ilusi, imajinasi, dan fantasi. &lt;br /&gt;Pers kuning menggunakan pendekatan jurnalistik SCC (Sex, Conflict, Crime). Pers kuning lebih banyak ditujukan kepada masyarakat pembaca kelas bawah.&lt;br /&gt;Jenis dan Wilayah Sirkulasi Pers&lt;br /&gt;1. Pers komunitas (community newspaper)&lt;br /&gt;2. Pers lokal (local newspaper)&lt;br /&gt;3. Pers regional (regional newspaper)&lt;br /&gt;4. Pers nasional (national newspaper)&lt;br /&gt;5. Pers internasional (international newspaper)&lt;br /&gt;Pilar Penyangga Pers&lt;br /&gt;1. Idealisme&lt;br /&gt;2. Komersialisme&lt;br /&gt;3. Profesionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai berita&lt;br /&gt;1. Keluarbiasaan, berita adalah sesuatu yang luar biasa. Semakin besar suatu peristiwa semakin besar pula nilai berita yang ditimbulkan. &lt;br /&gt;2. Kebaruan, berita adalah sesuatu yang baru. Apa saja perubahan penting yang terjadi dan dianggap berarti.&lt;br /&gt;3. Akibat, dampak suatu pemberitaan bergantung pada beberapa hal yaitu seberapa banyak khalayak yang terpengaruh, pemberitaan itu langsung mengena kepada khalayak atau tidak. &lt;br /&gt;4. Aktual, berita adalah apa yang terjadi hari ini, apa saja yang belum diketahui, tentang apa saja yang akan terjadi hari ini atau adanya opini berupa pandangan dan penilaian yang berbeda dengan opini sebelumnya sehingga opini itu mengandung informasi penting dan berarti. &lt;br /&gt;5. Kedekatan, berita adalah kedekatan, baik secara geografis maupun psikologis.&lt;br /&gt;6. Informasi, informasi yang diberikan harus bermanfat bagi khalayak.&lt;br /&gt;7. Konflik, berita adalah konflik atau segala sesuatu yang mengandung unsur atau sarat dengan dimensi pertentangan.&lt;br /&gt;8. Orang penting&lt;br /&gt;9. Ketertarikan manusiawi &lt;br /&gt;10. Kejutan, berita bisa membawa sebuah kejutan yang tidak pernah terduga.&lt;br /&gt;11. seks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyusun Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu berita dikatakan lengkap bila memberi keterangan tentang apa peristiwanya, siapa yang mengalami, kapan, di mana mengapa dan bagaimana suasananya. Secara popular kita kenal dengan 5W+1H : what, who, when, where, why dan how. Atau 3A+3M : Apa, si-Apa,meng-Apa, di-Mana, bila-Mana, bagai-Mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis berita berdasarkan teknik penyajiannya &lt;br /&gt;1. Berita Langsung (Inggris: straight news, hard news, spot news)&lt;br /&gt;Berita langsung adalah berita yang penulisannya lugas, langsung dan apa adanya. Berita langsung disajikan untuk menyampaikan kejadian kepada pembaca. Aktualitas berita mutlak diperlukan. Actual untuk surat kabar diartikan sebagai kejadian hangat yang belum ditulis oleh surat kabar lain. Bagi pembaca, berita hangat jauh lebih menarik untuk dibaca. &lt;br /&gt;Namun tidak semua tulisan di media dibaca semua oleh para pembaca. Surat kabar biasanya dibaca dengan cepat, sekilas, dalam suasana tergesa-gesa atau tidak sungguh-sungguh. Karena itu, klimaks atau kejadian yang peling penting didahulukan sedang keterangan lain disusulkan. Susunan itu disebut piramida terbalik. Fungsinya mempermudah seseorang menangkap pokok berita. &lt;br /&gt;Susunan piramida terbalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Contoh &lt;br /&gt;Orang melihat seorang gadis jatuh dari sepeda motor di depan Masjid Agung Batang, melihat gadis itu tertindas motor di belakangnya, kemudian melihat gadis itu diangkut ke rumah sakit. &lt;br /&gt;Dalam menyampaikan berita, tentu kita tidak memulai dengan:&lt;br /&gt;Pukul 06.30 seorang siswa SMA Ahmad Yani Batang berangkat sekolah dengan sepeda motor bebek hitam dari perumahan Bukit Asri. Tapi sayang, pagi itu hujan turun dengan lebatnya sehingga pengendara motor dan mobil tidak bias melihat keadaan jalan dengan jelas.&lt;br /&gt;Dan rupanya, nasib gadis itu lagi buruk. Ketika motornya melintas di depan masjid Agung Batang, seorang tukang parker menyeberang. Terpaan hujan deras dan angin kencang yang menyapu wajah gadis itu membuat pandangannya kabur. Dia sempat mencoba menghindar. Tapi karena jalan licin dia terpeleset jatuh. Tubuhnya terpental ke jalanan dan tergilas motor di belakangnya.   &lt;br /&gt;Justru hal penting dulu yang disampaikan:&lt;br /&gt;Siswa SMA Islam Ahmad Yani Meniggal Tergilas Motor&lt;br /&gt;Mawar, siswa SMA Ahmad Yani Batang, kemarin pagi meninggal dunia karena tergilas sepeda motor. Dia sempat dibawa ke RSUD Batang. Namun karena pendarahan hebat di kepalanya, nyawanya tak dapat ditolong. &lt;br /&gt;Hujan lebat pukul 06.30 kemarin, dengan sepeda motor bebeknya dia berangkat dari perumahan Bukit Asri menuju SMA Islam Ahmad Yani. Saat menghindari tukang parker yang menyebrang di depan Masjid Agung Batang motornya terpeleset. Dia terlempar ke tengah jalan dan tergilas sepeda motor di belakangnya. &lt;br /&gt;Saat dikabari anaknya mendapat kecelakaan, orang tuanya langsung menangis histeris dan sambil memeluk tubuh Mawar yang terbujur kaku di kamar mayat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berita Ringan (soft news)&lt;br /&gt;Adalah berita yang tidak mengutamakan penting atau hangatnya suatu kejadian. tapi lebih menitik beratkan pada segi manusiawi (human interest). Berisi tentang kejadian yang menyentuh perasaan, kejadian yang menyangkut orang biasa tapi luar biasa atau orang besar dalam situasi biasa. Gaya bahasanya ringan. Menggunakan prinsip piramida tegak dan biasanya kronologis. Contoh: Kilasan Kawat (Kompas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berita Kisah (feature)&lt;br /&gt;Berita ini mengutamakan pelacakan latar belakang peristiwa dan disampaikan dengan bahasa yang menyentuh perasaan, penyajian yang menarik, indah dan memikat. Jenis berita ini lebih mengembangkan alur/plot. Tak jarang muncul sudut pandang penulisnya sendiri. &lt;br /&gt;Dalam penulisan feature, topik sebaiknya dirumuskan dalam satu kalimat utuh. Syaratnya: kalimat itu tidak bersifat konklusif. Tidak menyimpulkan. Kalimat topik pada cerita feature hanya bersifat memaparkan atau menjelaskan. &lt;br /&gt;Setiap cerita feature harus membawa atau dapat melahirkan pesan moral tertentu. Pesan moral feature disampaikan secara tersurat melalui penuturan reporter secara langsung (manifest message). Bagi surat kabar yang dikelola secara profesional, kedudukan feature sebagai salah satu bentuk karya jurnalistik sastra, tidak hanya untuk memenuhi aspek kesemestaan media massa semata. Feature sekaligus dapat meningkatkan citra media di mata khalayak. &lt;br /&gt;  Fungsi Feature&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Melengkapi sajian berita langsung (straight news).&lt;br /&gt;b. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi.&lt;br /&gt;c. Penghibur dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan.&lt;br /&gt;d. Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa.&lt;br /&gt;e. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jenis-Jenis Feature&lt;br /&gt;Menurut Wolseley dan Campbell terdapat enam jenis feature:&lt;br /&gt;1. Feature minat insani (human interest feature)&lt;br /&gt;2. Feature sejarah (hystorical feature)&lt;br /&gt;3. Feature biografi (biografical feature)&lt;br /&gt;4. Feature perjalanan (travelogue feature)&lt;br /&gt;5. Feature yang mengajarkan keahlian (how to do feature)&lt;br /&gt;6. Feature ilmiah (scientific feature)&lt;br /&gt;4. Reportase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pengertian Reportase&lt;br /&gt;Reportase adalah kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita, dari berbagai sumber/ narasumber dan kemudian menuliskannya dalam bentuk berita (produk) jadi. Informasi itu didapat melalui pengamatan, wawancara dan penelitian dan ditulis dengan bahasa yang luwes. Gaya penulisannya sama dengan feature. Bedanya, reportase lebih menonjolkan data.  &lt;br /&gt;  Vitalitas Reporter&lt;br /&gt;Vitalitas adalah syarat utama wartawan tangguh, yaitu mengerjakan yang biasa-biasa saja dengan cara yang luar biasa. Menjadi reporter bukan pertama-tama karena kecantikan dan kegaghan, bukan keluwesan bergaul, bukanlah rasa ingin tahu, bukan juga pengetahuan luas dan dalam, melainkan ketekunan, kegigihan dan vitalitas. Rangkaian yang mnyertai vitalitas itu adalah: menemukan peristiwa dan jalan cerita, cek-ricek-tripel cek jalan cerita, memastikan sudut berita, menentukan lead atau intro, menulis berita. &lt;br /&gt;Vitalitas dalam kisah wartawan muda Barry Bradley berikut patut dicontoh (Vademekum Wartawan, 1997, hal.63). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal-Hal Penting dalam Penyusunan Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Teras Berita (Lead)&lt;br /&gt;Sepuluh pedoman penulisan pokok/teras berita (lead)&lt;br /&gt;1. Harus mencerminkan pokok terpenting berita. Alenia pertama maksimal tiga kalimat.&lt;br /&gt;2. Jangan lebih dari 30-40 kata. Bila lead singkat, misal terdiri dari 25 kalimat atau kurang, itu lebih baik.&lt;br /&gt;3. Mudah dipahami dan dimengerti. Ditulis dengan kalimat singat dan sederhana. Terdapat satu gagasan dalam satu kalimat. Tidak memuat sekaligus unsure 5W+1H.&lt;br /&gt;4. Hal-hal yang kurang penting hendaknya dimuat di tubuh berita (body)&lt;br /&gt;5. Dapat dimulai dengan kejadian apa yang diberitakan.&lt;br /&gt;6. Dapat dimulai dari pelaku kejadian. terlebih kalau ‘siapa’ itu adalah tokoh penting atau artis terkenal.&lt;br /&gt;7. Lead jarang menggunakan unsur when. Biasanya digunakan kalau mengandung arti khusus.&lt;br /&gt;8. Urutan unsur sebaiknya tempat (where) dulu, kemudian disusul waktu (when). &lt;br /&gt;9. Unsur how dan why sebaiknya diuraikan di tubuh berita.&lt;br /&gt;10. dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang (quotation lead), asal tidak terlalu panjang. Alenia berikutnya segeta ditulis nama, tempat dan kesempatan dia membuat pertanyaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Lead&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pokok berita rangkuman (summary lead)&lt;br /&gt;2. Pokok berita ceritaan (narrative lead) &lt;br /&gt;3. Pokok berita kutipan ( quotation lead)&lt;br /&gt;4. Pokok berita pertanyaan (question lead)&lt;br /&gt;5. Pokok berita teka-teki (teaser lead)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Judul/Kepala Berita&lt;br /&gt;Judul berita sebaiknya menggunakan kalimat pendek. Sehingga dalam sekali pandang, pembaca yang waktunya sempit dapat membaca semua berita penting pada saat itu.&lt;br /&gt;Pokok berita&lt;br /&gt;Pembobol uang nasabah bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM) merupakan komplotan yang sangat mahir. Kini setidaknya mereka telah merekam 240ribu personal identification number (PIN)milik pemegang kartu ATM. (sm.25/01) &lt;br /&gt;Judul berita&lt;br /&gt;‘Sindikat Rekam 240.000 PIN’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Gaya Bahasa&lt;br /&gt;Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana, singkat, padat, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis, mengutamakan kalimat aktif, sejauh mungkin menghindari penggunaan kata atau istilah-istilah teknis, dan tunduk kepada kaidah serta etika bahasa baku.&lt;br /&gt;Bahasa terurai: &lt;br /&gt;Telah terjadi banjir di jalan raya Desa Lumbir dan Kedunggede, Kecamatan Lumbir, Banyumas. Jalan itu termasuk Jalur selatan Purwokerto-Bandung. Jalan itu berjarak sekitar 60 km dari purwokerto. Genangan air menutupi jalan itu hingga mencapai ketinggian satu meter sehinga banyak kendaraan yang tidak bias lewat. Banjir itu menyebabkan macet hingga mencapai panjang kira-kira tiga kilo meter lebih sehingga banyak kendaraan yang tidak berani lewat karena takut terjebak macet. &lt;br /&gt;Bahasa ringkas: &lt;br /&gt;Jalur selatan purwokerto-Bandung, tepatnya di jalan raya Desa Lumbir dan Kedunggede, Kecamatan Lumbir, Banyumas, sekitar 60 km dari Purwokerto, semalam banjir. Genangan air menutup jalan hingga ketinggian sekitar satu meter.&lt;br /&gt;Akibat banjir, arus lalu lintas di jalur selartan hingga pukul 21.00, macet. Puluhan kendaraan tak berani lewat karena khawatir terjebak. Ratusan kendaraan dari purwokerto dan sebaliknya menunggu di tepi jalan hingga air surut. Panjang antrean kendaraan kendaraan baik ke barat maupun ke timur mencapai tiga kilometer lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pemberitaan yang jernih&lt;br /&gt;Kekeruhan pikiran bias membuat orang lain enggan membaca berita yang kita tulis. Karenanya, kita harus menjaga pikiran tetap urut, tak melompat-lompat, apalagi sampai ada hal yang bertentangan.&lt;br /&gt;Pikiran yang kusut:&lt;br /&gt;Ayah dan ibu duduk di serambi belakang sambil sambil menikmati pisang goreng dan teh poci yang saya hidangkan. Tiba-tiba ada yang memanggil saya dari teras depan. Waktu saya tengok, ternyata ibu yang memanggil saya dan menyuruh saya mengangkat jemuran.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jernih pikiran:&lt;br /&gt;Ayah sedang duduk di serambi belakang sambil menikmati pisang goring dan the poci yang saya hidangkan. Tiba-tiba ada yang memanggil saya dari teras depan. Waktu saya tengok, ternyata ibu yang memanggil saya dan menyuruh saya mengangkat jemuran.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Langkah-Langkah Menyusun dan Menulis Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan dapat disebut profesi multi: peneliti, penulis cerita, editor. Peneliti karena dia harus mengumpulkan berbagai ragam informasi (observasi, wawancara, riset dokumentasi) di lapangan maupun di balik meja agar memiliki informasi yang cukup dan sekaligus valid untuk menulis berita (cerita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bahan Berita&lt;br /&gt;Tidak sembarang kejadian memiliki nilai berita artinya layak dan pantas disajikan sebagai berita. Suatu kejadian baru bernilai jika menyangkut kepentingan bersama. Inipun masih dibagi enurut lingkungannya. Apakah itu lingkungan sekolah(mading), daerah (surat kabar daerah) atau nasional (surat kabar nasional).&lt;br /&gt;Tidak bernilai berita:&lt;br /&gt;1. Majalah dinding: Kakak kehilangan dompetnya waktu naik bus.&lt;br /&gt;2. Daerah : Bulan depan SMA saya mau mengadakan pentas seni,&lt;br /&gt;3. Nasional: Seorang pengendara motor tertabrak kereta api di palang pintu sembilan.&lt;br /&gt;Bernilai berita&lt;br /&gt;1. Mading: Bapak kepala sekolah memberikan piagam kepada siswa yang berprestasi.&lt;br /&gt;2. Daerah: Kebutuhan telur terpenuhi dari hasil ayam ras&lt;br /&gt;3. Nasional: Banjir dandang melumpuhkan kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Wawancara  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan wawancara. Makin banyak tahu tentang apa dan sia yang akan diwawancarai, makin baik persiapannya. Pelajari subjek secermat-cermatnya dan secepat-cepatnya!&lt;br /&gt;2. Memastikan masalah apa yang ingin diketahui dari subjek. Buatlah draf pertanyaan yang sistematis. Kalau perlu draf itu diberikan pada tokoh yang ingin di wawancarai.&lt;br /&gt;3. Memberitahu kepada yang bersangkutan rencana wawancara itu( untuk media apa, kapan dan dimana wawancara akan dilaksanakan.&lt;br /&gt;4. dating 15 menit dari waktu yang dijanjikan. &lt;br /&gt;5. Hasil wawancara bisa dicatat dengan ingatan, steno atau rekaman sesuai persetujuan subjek. &lt;br /&gt;6. Wawancara dilakukan secara taktis tanpa melupakan strategi.&lt;br /&gt;7. Sumber wawancara harus dihormati jika menyatakan off the record.&lt;br /&gt;8. Menulis bahan mentah yang terkumpul (informasi/opini) menjadi tulisan yang siap dihidangkan di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Kelengkapan Wawancara&lt;br /&gt;1. Pertanyaan (yang ingin digali atau diketahui) jika mungkin diketik rapi. &lt;br /&gt;2. Alat pencatat berupa bloknot dan pena yang mudah dibawa. &lt;br /&gt;3. Alat rekam tape recorder kecil.&lt;br /&gt;4. Kamera foto. &lt;br /&gt;5. Kartu identitas /ID Card reporter atau wartawan (jika punya) untuk identitas dan keamanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Teknik Menyusun Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menetapkan sudut pandang (angle) pemberitaan sesuai (jenis) beritanya&lt;br /&gt;Menetapkan jenis berita yang akan dibuat (straight, soft, feature, analysis), kemudian menetapkan sudut pandang (angle) yang menarikdan menguntungkan. Ukuran menarik-menguntungkan ini tentu saja dengan (perlu) mengingat sebagian besar khalayak yang akan menikmati berita kita. Angle pada dasarnya adalah penonjolan informasi, sekaligus pintu masuk (entry point) ke dalam berita. &lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;Rapat Anggaran DPRD dapat mengambil angle: Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20%, ‘Harga’ Draft RUU Keistimewaan Yogya 500 juta tealistis atau tidak?, Kenaikan Gaji DPRD melebihi gaji PNS. &lt;br /&gt;2. Menulis seluruh (isi) berita&lt;br /&gt;Dengan angle yang ditetapkan kemudian modal dasar dalam menulis berita adalah seluruh rangkaian informasi yang telah didapatkan, yaitu 5W+1H. Karena anglenya adalah anggaran pendidikan 20%, maka yang didulukan adalah fakta yang terungkap dalam rapat tentang anggaran tersebut, beserta seluruh argumentasi yang menyertainya. Begitu pula beberapa komentar pelaku (peserta rapat) maupun pakar/ pengamat pendidikan yang sengaja dihubungi untuk dimintai pendapatnya. &lt;br /&gt;3.       Mengedit berita, isi maupun bahasa &lt;br /&gt;Jika berita telah jadi, sentuhan terakhir adalah editing, baik isi maupun bahasanya. Editing isi berarti melihat-mengoreksi adakah isi yang kurang, tidak relevan, kurang sesuai, belum menonjol, dan kurang menyeluruh. Dari bahasa, adakah kalimat yang belum mengalir, sudah sesuaikah antara judul dan lead dan isi seluruh tubuhnya, sudah menggunakan bahasa dan ejaan baku atau belum, dan adakah salah-ketik yang mengganggu pembacaan berita.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;The end&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meidina. 2008. menyelami jurnalistik Indonesia. Indoskripsi&lt;br /&gt;Sudiati, Vero.2005.Menjadi Wartawan Muda. Yogyakarta:Pustaka Widyatama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tugas pribadi&lt;br /&gt;Latihan 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah bentuk narasi ke dalam berita.&lt;br /&gt;Sore itu hujan sangat deras. Jalanan licin penuh air. Sutrisno, tukang becak yang biasa mangkal di perempatan kalisari mengayuh becaknya. Dia memakai mantel berwarna biru. Dengan ayunan ringan dia mengantar penumpang. Seorang gadis cantik berambut panjang yang minta di antar menjenguk familinya di RSUD Batang. &lt;br /&gt;Namun tanpa diduga, kijang inova melaju kencang dari arah berlawanan menyelip truk pengangkut pasir. Karena keadan gelap disertai hujan yang makin lebat, kijang itu menabrak becak. Pak sutrisno tersungkur. Becaknya terjungkal. Penumpang becaknya ikut terjungkal bersama becak itu. Sedang bagian depan kijang inova ringsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah narasi/cerita mengenai salah satu kegiatan disekolahmu. Missal, pekemahan, study tour, baksos, pentas seni, pertandingan olah raga dsb. Tukarkan dengan temanmu. Selanjutnya temanmu mengubah narasi itu ke dalam bentuk berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan 3&lt;br /&gt;Tentukan kalimat yang memenuhi syarat jadi judul beritanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terjun 116 meter, parasut tersangkut&lt;br /&gt;2. Rapat osis&lt;br /&gt;3. Gaji mentri relative rendah?&lt;br /&gt;4. Pertandingan sepak bola&lt;br /&gt;5. Siswa berprestasi&lt;br /&gt;6. Korupsi&lt;br /&gt;7. Tiga rekomendasi untuk SBY&lt;br /&gt;8. Bus vs truk&lt;br /&gt;9. Menderita kerugian&lt;br /&gt;10. Golkar tetap kritisi pemerintah&lt;br /&gt;11. densus 88&lt;br /&gt;12. kunjungan presiden&lt;br /&gt;13. air terjun Jurugsewu&lt;br /&gt;14. polisi dan ancaman demokrasi&lt;br /&gt;15. dituduh mencuri, waria disiksa polisi&lt;br /&gt;16. DPRD Jateng&lt;br /&gt;17. Gara-gara putus cinta&lt;br /&gt;18. Pabrik tekstil&lt;br /&gt;19. Klub anti poligami diluncurkan&lt;br /&gt;20. Harga sembako&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan 4&lt;br /&gt; Buatlah judul&lt;br /&gt;1. Panitia penrimaan CPNS kantor kepegawaian Kota Pekalongan menolak legalisasi ijazah Politeknik Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang karena tanda tangan menggunakan stempel atau scan. Bukan tanda tangan basah&lt;br /&gt;2. seorang tentara dari salah satu batalyon infantry di Jawa Barat berinisial Js (33) mengamuk di depan kantor Telkom Slawi, kamis (26/11} pukul 13.00. dia yang mengenakan seragam mengobrak abrik lapak tempat sayur milik seorang pedagang di pinggir jalan Letjen Suprapto, kecamaran Slawi.&lt;br /&gt;3. sebanyak 11 warga Pemalang diperkirakan terindikasi virus HIV. Seorang di antaranya sudah dalam stadium cukup memprihatinkan.&lt;br /&gt;4. Meski tingkat RT, namun semangat merayakan Idul Adha di RT 01 RW 03 Kelurahan Watesalit Kecamatan Batang timur. Di kampong dengan jumlah 44 kepala keluarga itu mampu menyembelih 6 ekor sapid an 12 ekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan 5&lt;br /&gt;1. Ubahlah bahasa terurai yang dicetak miring tebal menjadi bahasa yang ringkas!!&lt;br /&gt;indosiar.com, Jember – Telah terjadi aksi penertiban lapak pedagang kaki lima di Jember, Jawa Timur oleh Satpol PP. Aksi itu terjadi hari kamis tanggal 21 januari 2010. Aksi itu sudah berlangsung untuk yang kedua kali. Aksi itu diwarnai suasana ricuh. Ratusan pedagang nekat melakukan penghadangan di tengah jalan. Mereka beramai-ramai menurunkan lapakyang telah diangkut truk pengangkut milik petugas Satpol PP. aksi itu juga diwarai adu fisik antara pedagang dan Satpol PP. karena kedua belah pihak sama-sama tak bias mengendalikan emosi.&lt;br /&gt;Para pedagang kali lima ini langsung bereaksi begitu melihat puluhan anggota Satpol PP Kabupaten Jember menaikan sebuah lapak keatas mobil pick up. Tindakan penurunan lapak itu berlanjut dengan aksi penghadangan setelah petugas Satpol PP bergerak ke titik penertiban lainnya di Jalan Untung Suropati, Jember. Adu fisik saling dorong pun akhirnya tak terhindarkan.&lt;br /&gt;Sebagian pedagang juga terlihat histeris, tak terima perlakuan anggota Satpol PP yang dianggap seenaknya melakukan penertiban, tanpa mempertimbangkan kebutuhan ekonomi para pedagang. &lt;br /&gt;Keadaan yang tidak kondusif membuat petugas terpaksa membatalkan aksi penertiban tersebut. Sementara para pedagang langsung beramai-ramai menuju kantor Pemkab Jember untuk melakukan dialog. (Tomy Iskandar/Sup)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Ubahlah bahasa ringkas yang dicetak miring tebal dibawah ini menjadi bahasa terurai!!!&lt;br /&gt;indosiar.com, Lamongan - Aksi sweeping warga Lamongan pada bonek yang hendak berangkat ke Bandung dilakukan di Stasiun Kereta Api Lamongan, Jawa Timur. Namun ternyata di Stasiun Lamongan, kereta api ini hanya melintas. Warga yang sudah kadung emosi ini melempari para suporter yang ada dalam kereta api dengan batu dan kayu.&lt;br /&gt;Saat melihat truk mengangkut suporter bonek, warga langsung menghadang dan menurunkan puluhan bonek. Bersenjatakan kayu dan batu, warga memukuli bonek. Akibatnya, 2 bonek bernama Abdullah dan Aan, jadi bulan-bulanan. Abdullah yang terluka di pelipis kanan dan mukanya lebam akhirnya harus dirawat di rumah sakit. &lt;br /&gt;Menurut Abdullah, ia bersama 25 bonek mencegat truk hendak ke Bandung untuk menyaksikan laga Persebaya lawan Persib Bandung di Stadion Jalak Harupat pada hari Sabtu, namun truk yang ditumpangi tiba-tiba dihadang. Para suporter dipaksa turun lalu dihajar dengan kayu dan batu.&lt;br /&gt;Petugas Polres Lamongan segera mengamankan bonek dari amukan massa dan dibawa ke Mapolres Lamongan. Sejumlah bonek yang tertangkap ini akan dipulangkan kembali oleh petugas Polres Lamongan ke Surabaya, karena hanya membawa uang 5 hingga 10 ribu rupiah, hingga dikhawatirkan malah menimbulkan hal-hal tak diinginkan. (Safari Ranu Wijaya/Sup)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tugas Kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan 1 &lt;br /&gt;Tentukan berita mana saja yang memiliki nilai (news value) dan tentukan jenis beritanya (madding, regional, nasional)&lt;br /&gt;1. Kereta api Bima jurusan Jakarta-Surabaya terlambat 3 jam karena banjir di daerah Kebumen. &lt;br /&gt;2. Seorang siswi SMA (16 th) ditodong kawanan perampok dengan senjata api di muka pasar kira-kira pukul tujuh pagi&lt;br /&gt;3. Iqbal memecahkan kaca jendela rumah Pak Anton saat bermain sepak bola&lt;br /&gt;4. Siswa SMA mendapat hadiah pertama lomba menggambar tingkat Kabupaten.&lt;br /&gt;5. Penggaris siku tertinggal di perpustakaan sekolah siang tadi.&lt;br /&gt;6. hari ini dan besok sekolah kita mengadakan pameran lukisan hasil karya siswa.&lt;br /&gt;7. delapan orang meninggal sekaligus dalam tabrakan maut antara bis dan truk sampah di jembatan pinggir kota Semarang.&lt;br /&gt;8. kamis lalu tokoh sastrawan ibukota Gunawan Muhammad membedah buku milik sastrawan di kota saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan 2.&lt;br /&gt;Praktek menyusun berita!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5776800190359264637?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5776800190359264637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5776800190359264637' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5776800190359264637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5776800190359264637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2010/01/makalah-jurnalistik.html' title='makalah jurnalistik'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-3678320832286049861</id><published>2009-11-25T18:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T18:21:19.571-08:00</updated><title type='text'>waktu</title><content type='html'>hanya saja waktu yang terus melambat itu semakin menjerat kaki-kakiku untuk diam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-3678320832286049861?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/3678320832286049861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=3678320832286049861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3678320832286049861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3678320832286049861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/11/waktu.html' title='waktu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-9072413848167179081</id><published>2009-08-12T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T20:22:37.519-07:00</updated><title type='text'>lara hati</title><content type='html'>apa yang musti kau ingkari, reva?&lt;br /&gt;kesunyian yang menyergapmu tak ubahnya rayap-rayap yang meratapi tanah kerontang. kau cuma perlu istirahat sejenak. mengambil napas panjang... atau setidaknya lupakanlah hitam putih yang berseteru dalam kalbu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-9072413848167179081?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/9072413848167179081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=9072413848167179081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/9072413848167179081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/9072413848167179081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/08/lara-hati.html' title='lara hati'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-8881760839267609764</id><published>2009-07-21T22:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T22:04:44.999-07:00</updated><title type='text'>lorong</title><content type='html'>tapi kesunyian itu selalu menyekapku&lt;br /&gt;lorong-lorong pengap&lt;br /&gt;jalan-jalan becek&lt;br /&gt;juga cacing-cacing yang berkubang dalam darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari pun seperti merangkak enggan&lt;br /&gt;mensejarahkan inti bumi yang merangkak alam benak&lt;br /&gt;seperti tlah kukatakan:&lt;br /&gt;heningnya sama seperti gempita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-8881760839267609764?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/8881760839267609764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=8881760839267609764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8881760839267609764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8881760839267609764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/07/lorong.html' title='lorong'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2359768855514953449</id><published>2009-07-10T03:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T03:03:08.260-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SlcRcUAY8GI/AAAAAAAAAFU/fmuVX70g8-M/s1600-h/g2hlbjwz9efg6xiwwdu2ii1ib5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SlcRcUAY8GI/AAAAAAAAAFU/fmuVX70g8-M/s200/g2hlbjwz9efg6xiwwdu2ii1ib5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356769459884847202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hai, apa yang kau pikirkan tentang itu? mungkinkah generasi yang lebih muda bakal berlaku sama ketika kita tua nanti? astaghfirullah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2359768855514953449?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2359768855514953449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2359768855514953449' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2359768855514953449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2359768855514953449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/07/hai-apa-yang-kau-pikirkan-tentang-itu.html' title=''/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SlcRcUAY8GI/AAAAAAAAAFU/fmuVX70g8-M/s72-c/g2hlbjwz9efg6xiwwdu2ii1ib5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5843210352498421397</id><published>2009-07-10T02:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T02:49:34.566-07:00</updated><title type='text'>hanya seberkas cinta</title><content type='html'>apa yang terjadi dalam sejarah pahitku?&lt;br /&gt;selain mencintai orang yang mungkin tak mencintaiku dan dicintai orang yang benar-benar tak aku cintai.&lt;br /&gt;aku hanya mengenalnya sekali di bus kota. tukar nomor ponsel. menjalin komunikasi dan berujung dengan cinta. &lt;br /&gt;di satu sisi... ada seorang yang mencintaiku. yang rela berkorban untukku. hanya saja aku tak lagi mencintai dirinya setelah peristiwa itu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5843210352498421397?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5843210352498421397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5843210352498421397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5843210352498421397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5843210352498421397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/07/hanya-seberkas-cinta.html' title='hanya seberkas cinta'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-9037208718235337604</id><published>2009-06-02T20:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T22:10:45.641-07:00</updated><title type='text'>lost!</title><content type='html'>aku cuma mencari diriku yang terus menghilang....&lt;br /&gt;entah kemana..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-9037208718235337604?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/9037208718235337604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=9037208718235337604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/9037208718235337604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/9037208718235337604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/06/lost.html' title='lost!'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5093693250315142169</id><published>2009-05-13T02:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T02:18:01.925-07:00</updated><title type='text'>seserpih cerita</title><content type='html'>seserpih kecil dalam hidup &lt;br /&gt;dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkinkah aku gadaikan semua mimpi, sayangku?&lt;br /&gt;karena nyata tlah musnah dalam kerlingan matamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti sebuah melodrama yang indah&lt;br /&gt;seperti sebuah cerita yang megah&lt;br /&gt;namun musnah saat kau hembuskan kepelihan dalam memoriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini sungguh, sayangku&lt;br /&gt;aku tak kehilanganmu&lt;br /&gt;tapi kau tak lagi ada di hatiku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5093693250315142169?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5093693250315142169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5093693250315142169' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5093693250315142169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5093693250315142169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/05/seserpih-cerita.html' title='seserpih cerita'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-56644317071399639</id><published>2009-04-14T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T21:47:15.790-07:00</updated><title type='text'>cuma kelelahan</title><content type='html'>aku hanya lelah....&lt;br /&gt;jauh sebelum aku melangkah, harusnya aku ngerti. hidupku nggak boleh seperti ini. tapi aku menuruti saja takdir bergema. mengancam tiap inci perjalananku. &lt;br /&gt;aku sudah mencoba mengunci diri. tapi kelelahan itu justru membuatku sentimen. membuatku kembali kehilangan arah. apa sih yang musti aku gambarkan pada dunia? apa yang musti aku selingkuhi? nggak ada! nggak pernah ada! nggak bakal ada! selain kecuranganku sendiri yang mendharjma cinta!&lt;br /&gt;ini kisah kesekian yang rela kurentangkan dalam tangis. juga mimpi-mimpi elok yang disandarkan para makhluk indah. &lt;br /&gt;siapa yang peduli padaku? &lt;br /&gt;kataku penuh putus asa. kataku seperti manusia yang hidup tanpa belulang. \&lt;br /&gt;dan kini... aku seperti kembali: ke baris kesekian yang pernah kulewati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-56644317071399639?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/56644317071399639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=56644317071399639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/56644317071399639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/56644317071399639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/04/cuma-kelelahan.html' title='cuma kelelahan'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-271579260427964382</id><published>2009-04-06T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T20:20:43.744-07:00</updated><title type='text'>eTaPe</title><content type='html'>apa yang terucap dari hati selain bongkahan kebencian yang meledak? &lt;br /&gt;menggelagak!!!&lt;br /&gt;ini merupakan etape yang tak kunjung lingsir&lt;br /&gt;tak juga pada lagu kenangan jutaan silam&lt;br /&gt;hanya bintang yang makin menggejora di matamu&lt;br /&gt;hanya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apalagi yang bisa membuatmu kembali bangkit selain meremas keheningan?&lt;br /&gt;wajahmu yang kian beku memantul di cermin kematian&lt;br /&gt;tak kutahu mengapa pula kau diam-diam menyergap seluruh mimpiku&lt;br /&gt;tak kutahu mengapa kau lindap dan menggerogoti tubuhku seperti virus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apalagi yang bisa membuatmu terbahak selain menghunus kesenduan yang tercipta dari keketusanmu sendiri?&lt;br /&gt;rindumupun tlah hangus&lt;br /&gt;rindu yang kaurancang sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apalagi yang bisa membuatmu tertawa hambar?&lt;br /&gt;selain raga yang kaupersembahkan di atas altar kepalsuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apalagi yang bisa membuatku tahu tentangmu?&lt;br /&gt;apalagi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-271579260427964382?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/271579260427964382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=271579260427964382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/271579260427964382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/271579260427964382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/04/etape.html' title='eTaPe'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-8560114259642570682</id><published>2009-04-05T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T19:56:03.733-07:00</updated><title type='text'>Pelangi di Batas Senja</title><content type='html'>pelangi yang melingkar di rambutmu&lt;br /&gt;menyambangiku sore itu, andara...&lt;br /&gt;meleleh air mata paling senja&lt;br /&gt;gemercik sungai rasa memikat kabut&lt;br /&gt;yang kaupintal dengan jemari runcingmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tampak seperti malaikat di bola mataku&lt;br /&gt;menyendera segenap cinta &lt;br /&gt;seperti tetes embun yang kau sunting di pagi buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku juga menyunting pelangi yang &lt;br /&gt;lepas pelan-pelan dari cakrawala&lt;br /&gt;lalu melingkarkannya sekali lagi untukmu&lt;br /&gt;di rambutmu&lt;br /&gt;seperti waktu lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin pelangi lain yang tak sama juga menyambangiku, andara?&lt;br /&gt;pelangi di rambutmu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun kembali ke duniamu yang lain&lt;br /&gt;menatap matamu yang lain&lt;br /&gt;mendekap tubuhmu yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di batas waktu ini, andara&lt;br /&gt;aku memetik satu warna pelangi yang kusisir dengan hatiku&lt;br /&gt;lalu menyimpulkan sebentuk cincin kawin&lt;br /&gt;untukmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-8560114259642570682?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/8560114259642570682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=8560114259642570682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8560114259642570682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8560114259642570682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/04/pelangi-di-batas-senja.html' title='Pelangi di Batas Senja'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-1410076530085536553</id><published>2009-03-28T00:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T00:18:12.549-07:00</updated><title type='text'>aku mabuk!!!!</title><content type='html'>aku cuma mau bilang:&lt;br /&gt;hari ini aku kembali kehilangan jejakmu.&lt;br /&gt;aku tak mengerti rasa yang bergejolak di perutku hingga bikin aku neusea. mabuk laut!&lt;br /&gt;aku memang benar-benar lagi mabuk. &lt;br /&gt;bukan sekedar rasa. tapi bener-bener mabuk!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku merasakan seperti ini sejak jaman purba&lt;br /&gt;sebelum aku mengenal kau, dia dan dia yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mabuk, sayang.....&lt;br /&gt;jangan kau bikin aku tambah mabuk &lt;br /&gt;karena waktu ini cukup bikin aku mabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;post by: lelaki yang mabuk cinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-1410076530085536553?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/1410076530085536553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=1410076530085536553' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1410076530085536553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1410076530085536553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/03/aku-mabuk.html' title='aku mabuk!!!!'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7730554649499160648</id><published>2009-03-22T20:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T20:21:13.548-07:00</updated><title type='text'>artikel</title><content type='html'>Artikel suara merdeka remaja&lt;br /&gt;Siap-Siap Tancap Gas!!!! &lt;br /&gt;By: Vie’s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak kerasa, ujian udah tinggal ngitung hari. Kita bakalan bertempur mati-matian ngadepin soal-soal ujian yang sulitnya minta ampun. So, sebagai murid yang rajin, trampil dan gembira (ngutip Dasa Dharma Pramuka), kita musti siap-siap. Bukan cuman siap mental. Materi dan soal-soal prediksi juga musti kita siapkan dan tentu saja kita pelajari.&lt;br /&gt;Yup! Bener banget tuh. Kapan lagi mau nunjukin hasil kerja keras kita selama tiga tahun mendekam di sekolah kalau bukan lewat UN? Nggak banget deh, kalau kita nggak lulus gara-gara malas belajar, malas ngumpulin soal dan seabrek sifat malas lain. ‘Fosilin’ aja tuh sifat males. Biar kita tetep smart ‘n nggak gagap pas ujian.&lt;br /&gt;Toni aja sekarang udah mulai rajin ngumpulin materi plus ngadain diskusi sama temen-temennya. Padahal tuh anak dulunya paling males buat sekolah. Kesannya asal-asalan gitu. Nggak pernah ngerjain pe-er, badungnya minta ampun, kalau di sekolah cuman tidur. Tapi pas inget ujian makin deket, tuh anak berbalik 180 derajat. &lt;br /&gt;“Aku nggak mau ngecewain ortu. Mereka kan udah mati-matian masukin aku ke sekolah. Biar-jadi-anak-yang-pintar! Malu dong kalau sampai nggak lulus. Apa kata dunia?” kata siswa SMA di Batang itu.&lt;br /&gt;Toni bilang, soal-soal ujian tiap tahun tambah sulit. Mutu soalnya juga terus meningkat. Kalau kita nggak belajar serius, bisa-bisa kita jadi manusia paling nggak beruntung sedunia.&lt;br /&gt;“Kata Mama, kalau kita mau berhasil, ya kita musti bekerja keras. Jangan cuman ngandelin teman di depan-belakang atau kanan-kiri kita.” Imbuhnya.&lt;br /&gt;Hasna juga udah mulai ngeluhin masalah UN yang makin nguras pikiran dan tenaga ini. Dia ngerasain gimana susahnya ngerjain soal-soal latihan yang dikasih pihak sekolah. Dia ngerasa belum puas sama hasil yang dia capai selama latian ujian nasional atau LUN ataupun latian ujian akhir sekolah. &lt;br /&gt;“Gimana hasil UN dan UAS-ku bagus kalau ngerjain soal latian gini aja aku kedodoran. Padahal aku udah mati-matian belajar. Kok masih sulit juga ya?” kata cewek hitam manis itu.&lt;br /&gt;Kekhawatiran sih jelas ada. Tapi Hasna yakin bisa ngerjain. Dia juga berharap soal-soal ujian nggak jauh-jauh amat sama prediksi soal yang udah dia pelajari di sekolah. Makanya cewek yang ngambil jurusan IPA itu nggak habis-habianya belajar. Enytime and anywhere dech!&lt;br /&gt;Apa yang dirasain Hasna juga nggak jauh beda sama Rahmi. Cewek SMP itu sering berdebar-debar kalau inget betapa sulitnya soal ujian nanti. &lt;br /&gt;“Sumpah! Rasanya kayak mau perang aja. Aku musti nyiapin diri kalau sewaktu-waktu ada bom waktu meledak di ubun-ubunku. Gimana nggak gitu? Soal-soal IPA kan golongan susah semua. Aku ngrasa sampai botak ngapalin rumus-rumus. Tambah lagi soal IPS. Wiuh, kayaknya nggak kalah sulitnya deh.” kata Rahmi. &lt;br /&gt;Tian, cewek yang ngambil jurusan IPA di SMA N 1 Subah itu juga ngeluhin soal-soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pas latihan pertama, dia bisa dikira-kira karena soalnya ngambil yang ujian tahun kemarin. Tapi pas latihan tahap dua, dia ngerasa kesulitan banget. Soalnya jauh lebih berkembang dari soal sebelumnya. Banyak kecohannya lagi. So, dia ngerasa harus hati-hati benar buat ngerjain soal latihan itu. Terutama kalau dia ngadepin soal-soal UN beneran.&lt;br /&gt;“Sebenarnya sih cuman satu yang aku khawatirin. Kalau malasku kumat. Wah itu gawat banget deh pokoknya. Makanya buat ngimbangin belajarku yang udah masuk siaga penuh ini, aku sering refresing. Aku juga udah mulai ngatur pola makan yang sehat biar nggak malnutrisi. Juga biar otak tambah fres dan nggak stres.” tambah Tian lagi.&lt;br /&gt;Masalah UN bisa dibilang masalah serius, tambahnya. Tapi kita nggak boleh terlalu serius sampai otot-otot jidad kita menonjol. Meskipun serius, kita wajib nenangin diri. Nenagin diri di sini bukan berarti jadi malas lho! &lt;br /&gt;Abi, cowok berbadan atletis itu setuju sama Tian. Apapun seriusnya masalah yang kita hadapi, kita musti jaga keseimbangan tubuh.&lt;br /&gt;“Jangan sampai deh, gara-gara kita keseriusan belajar kita jadi nggak mikir kesehatan. Atau pas hati-H kita jadi sakit karena nggak sempet sarapan gara-gara nervous.” kata cowok yang ngambil jurusan Bahasa.&lt;br /&gt;Okey gays! Emang seharusnya kita nyiapin diri buat tancap gas. Buat yang belum benar-benar siap ngadepin ujian, buru-buru deh nyiapin segala ‘perlengkapan’. Jangan sampai nanti kita ketinggalan kereta. Nah, yang masih leha-leha sambil natap bintang di langit, wake up!!!!! Plis ya! Jangan cuman jadiin materi ujian yang bertumpuk-tumpuk cuman sebagai bantal! Atau malah kasur? &lt;br /&gt;****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7730554649499160648?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7730554649499160648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7730554649499160648' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7730554649499160648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7730554649499160648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/03/artikel.html' title='artikel'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-8436412598596780608</id><published>2009-03-22T20:09:00.001-07:00</published><updated>2009-03-22T20:09:45.353-07:00</updated><title type='text'>cuma itu</title><content type='html'>aku kesepian!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-8436412598596780608?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/8436412598596780608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=8436412598596780608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8436412598596780608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8436412598596780608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/03/cuma-itu.html' title='cuma itu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-8392390681876906106</id><published>2009-03-20T03:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T04:23:44.554-07:00</updated><title type='text'>my poetry</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mawar hitam: dendam di bola matamu&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku merangkaki batuan ini jutaan tahun lalu, sayangku…&lt;br /&gt;mengembara dalam sunyi diri&lt;br /&gt;seperti sejarah yang bercucuran dari atap lukamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pun menghiasi pilu waktu dengan rindu kesumat&lt;br /&gt;penjelmaan puisi suci&lt;br /&gt;berabad lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengembara dalam selancar waktu, sayangku&lt;br /&gt;bersama kuntum mawar hitam di sekujur tubuhmu&lt;br /&gt;semerbak wangi&lt;br /&gt;juga ngeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahukah kau periku….&lt;br /&gt;kembara sunyiku berjuta tahun lalu cuma dapatkan tulang igamu &lt;br /&gt;melintang di batas cengkerama dan pergumulan ciuman lama&lt;br /&gt;juga peluk hasratmu yang berkobar dengki&lt;br /&gt;mungkin iri&lt;br /&gt;mungkin dendam&lt;br /&gt;entah pada siapa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku kembali mengembara&lt;br /&gt;di hutanmu yang lebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Satu lagi ‘Cinta’ untukmu&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tlah kuciptakan cinta di rongga dadamu&lt;br /&gt;namun mengapa kau sibuk menjalin masa lalu?&lt;br /&gt;masa hitam&lt;br /&gt;pergumulan panjang rindu dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini masa depan: masa gelincir batu yang berderak sendu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulurkan tanganmu, dewaku…&lt;br /&gt;seperti saat pertama kau menyanjungku &lt;br /&gt;dan menidurkanku di atas jerami waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuburlah masa lalumu, dewaku…&lt;br /&gt;membaurlah bersamaku &lt;br /&gt;di ranjang rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pelacur di tepi jurang&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau susupkan bibirmu di dadaku&lt;br /&gt;:seperti bayi&lt;br /&gt;mencari sepucuk kehangatan yang tersimpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu aku terbahak dalam tawa sumbang&lt;br /&gt;:seperti pelacur malang&lt;br /&gt;tak tahu harus pulang atau menetap di sini&lt;br /&gt;di antara ratusan tubuh lelaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau akhirnya membenamkan seluruh hasratmu&lt;br /&gt;di dadaku&lt;br /&gt;seperti pengantin selepas ijab kabul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku lupa siapa kamu&lt;br /&gt;atau memang aku tak tahu namamu?&lt;br /&gt;yang terlintas dalam benakku cuma kamu, kamu, kamu&lt;br /&gt;tak peduli siapa apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga seperempat abad&lt;br /&gt;kau masih di sini&lt;br /&gt;meringkuk di ketiakku&lt;br /&gt;meremas-remas jantungku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lelaki pertama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaulah lelaki pertama &lt;br /&gt;yang menusukkan belati di selangkangku&lt;br /&gt;sebelum pesta terencana itu tiba&lt;br /&gt;sebelum upacara dupa bergema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau lelaki pertama dalam pelukanku&lt;br /&gt;sebelum aku tersentuh badai dendam&lt;br /&gt;dan jurang yang kau tawarkan begitu hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau lelaki pertama yang menyeretku ke neraka&lt;br /&gt;bahkan sebelum aku mengenal cinta&lt;br /&gt;apalagi surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau lelaki pertama yang membelah dadaku&lt;br /&gt;dengan belati&lt;br /&gt;meremas jantungku &lt;br /&gt;melahapnya sekali waktu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-8392390681876906106?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/8392390681876906106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=8392390681876906106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8392390681876906106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/8392390681876906106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/03/my-poetry.html' title='my poetry'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2226582489070571358</id><published>2009-03-15T02:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T02:25:38.766-07:00</updated><title type='text'>badai kepedihan</title><content type='html'>badai yang kau susupkan di jantungku tlah membuncah dendam, sayangku&lt;br /&gt;ini wajahku yang selalu kau puja&lt;br /&gt;dalam diam kata&lt;br /&gt;dalam senyap jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;badai yang kau kirimkan lewat nyanyian rindu kini mengikis kekinian, sayangku&lt;br /&gt;aku pun alpa &lt;br /&gt;mendercah kepedihan di ujung waktu terendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini juga nyanyian kesengsaraan yang langit tuliskan&lt;br /&gt;untukmu&lt;br /&gt;juga untukku….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2226582489070571358?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2226582489070571358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2226582489070571358' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2226582489070571358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2226582489070571358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/03/seperti-kapas.html' title='badai kepedihan'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2679810206408550925</id><published>2009-02-23T23:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T23:37:27.890-08:00</updated><title type='text'>my bad day!!!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SaOihD_XPgI/AAAAAAAAAEU/8M1SORE5QKI/s1600-h/Foto%28061%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SaOihD_XPgI/AAAAAAAAAEU/8M1SORE5QKI/s200/Foto%28061%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306263474863029762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(mas nur stempel)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;orang di depanku masih ngotot nggak mau damai. padahal aku udah berbaik hati ngajak dia damai meskipun jelas-jelas dia salah.&lt;br /&gt;kronologinya gini (cie....): aku kan baru aja beli roti di tunas pagi Limpung. aku mau balik ke kios mas nur (temenku yang juga bakal jadi pengacaraku). aku tuh udah pasang lampu riting kanan jauh-jauh. aku minggir ke kiri, trus noleh ke belakang. setelah aku pastiin aman, aku nyebrang ke kanan. eh.. nggak taunya, sepeda motor grand 96 nyelonong dan menabrak bagian depan motor Revoku. apes! aku terjungkal terguling-guling. untung aja ngak parah.sedang motorku, digeret sama orang yang gak ku kenal ke pinggir jalan.&lt;br /&gt;kondisinya memprihatinkan. Motor orang yang nebrak aku, juga agak parah. lampu depannya pecah. spedometernya juga(padahal kata mas nur emang spedonya gak lagi fungsi).&lt;br /&gt;anehnya, bukannya minta maaf udah nabrak, dia malah ngotot minta ganti semua yang baru. aku nggak setuju. karena aku juga ditabrak. motorku juga rusak. badanku juga memar-memar kayak habis tinju.&lt;br /&gt;ya udah. orang itu ngundang pengacara (polisi desa). aku juga disuruh bawa orang rumah. lantas aku menghubungi bapak temenku yang udah aku anggap sebagai bapak. dia ketua MWC NU Limpung. untungnya orang yang aku bawa kenal sama pengacara orang yang nabrak aku dan yang nabrak aku itu tukang parkir yang jagain motor bapak temenku itu. ya udah.... nggak ada okol-okolan lagi. kemudian di ambil kesepakatan. motor kami dibenerin sendiri-sndiri. trus selisihnya dibagi dua dan dibebanin sama yang habisnya sedikit.&lt;br /&gt;trus motor kami bawa ke bengkel terdekat (untungnya kejadiannya pas di depan bengkel ahas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang itu masih ngotot juga. malah mau bawa preman segala. untung mas nur gak mati gaya. dia tetep berjaya. kalau dia juga punya geng yang lebih ganas dari punyanya. si penabrak ciut nyali juga. akhirnya dia mau bawa-bawa polisi. aku nggak takut. karena temenku banyak juga yang polisi. temen suamiku juga banyak yang polisi. temen mas nur juga banyak yang polisi. toh kalau lewat polisi semuanya bakalan rumit lagi. karena kami sama-sama nggak punya sim! dia mati langkah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini semuanya bakal di akhiri. tunggu aja cerita selanjutnya. revoku yang menang atau justru grang 96nya yang bakal jago. sementara ini kami sedang nego.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2679810206408550925?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2679810206408550925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2679810206408550925' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2679810206408550925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2679810206408550925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/02/my-bad-day.html' title='my bad day!!!!!!'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SaOihD_XPgI/AAAAAAAAAEU/8M1SORE5QKI/s72-c/Foto%28061%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5301662953750846265</id><published>2009-02-21T01:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T01:16:13.684-08:00</updated><title type='text'>just rainbow</title><content type='html'>i'm like a rainbow&lt;br /&gt;lonely rainbow&lt;br /&gt;but it's just a dream&lt;br /&gt;for how colorful&lt;br /&gt;i look&lt;br /&gt;i'm hollow inside&lt;br /&gt;but one thing you should know&lt;br /&gt;despite the wind blows&lt;br /&gt;i keep trying to color your heart&lt;br /&gt;though i always say to myself&lt;br /&gt;that i'm happy beneath this lake of silence&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5301662953750846265?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5301662953750846265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5301662953750846265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5301662953750846265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5301662953750846265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/02/just-alone.html' title='just rainbow'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-3175179492926466069</id><published>2009-02-13T03:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T03:54:11.009-08:00</updated><title type='text'>Surat Buat Ayah</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Ayah, selamat tahun baru! Aku tahu kau sedih memikirkanku yang terpenjara dalam bisu. Aku juga. Sudah lama bahkan teramat lama aku tak bercengkerama denganmu. Hanya gerak bibir sebagai isyaratku. Aku tak tahu mengapa. Aku juga tak tahu apa sebabnya. Yang pasti aku ingin bicara. Padamu Ayah.....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku melempar senyum ketika mendapati surat Ning di atas meja kerja Ayah. Anak ingusan itu ternyata sudah bisa merangkai kata sebaik itu. Padahal dulu, menulis huruf A saja tangannya gemetaran. Bahkan pensilnya yang tajam selalu patah tiap menulis huruf itu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku teringat Ning waktu dia masih TK dulu. Dia selalu takut ketika aku mendekatinya waktu dia belajar menulis. Kemudian dengan sigap, dia memeluk buku-buku kucel itu. Dia dekap erat dan memandangku penuh kekawatiran seolah aku ingin merampasnya. Padahal aku hanya ingin melihatnya. Melihat tulisan adik semata wayangku. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Kakak boleh lihat?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ning menggeleng keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Nanti kakak kasih permen, deh." rayuku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ning menggeleng lebih keras kemudian berlari ke kamarnya. Menutup pintunya rapat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dernyit pintu yang terbuka menyadarkan aku ke dunia nyata lagi. Aku meletakkan surat Ning di tempat semula. Ayah masuk dengan wajah sendu. Tanpa bicara dia duduk di meja kerjanya. Menyangga kepalanya yang menahan beban berat. Aku tak melihat senyum yang setiap hari tersungging di bibirnya. Benar-benar kaku. Beku. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah kenapa?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah memandangku lalu menunduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah sakit?" tanyaku ragu sambil duduk di sofa depan meja ayah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah menggeleng pelan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Lis bikinin coklat panas ya?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah menggeleng lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Atau Lis pijitin?" tawarku sumpringah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Nggak usah, Lis." tolak Ayah halus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepi. Kami sama-sama terdiam. Aku merasakan ruangan ini jadi mirip kuburan. Nggak ada keceriaan. Kelabu. Mungkin sama kelabunya dengan hatiku. Juga hati ayah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Aku kangen adikmu, Lis." kata Ayah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku memandangi ayah yang berwajah sayu. Ada sesuatu yang bersembunyi hingga bola mata ayah berdenyar. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Lis juga."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kembali Diam. Lama. Kemudian....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Apakah ayah masih pantas disebut ayah? Orang yang hanya diam ketika melihat anak kandungnya teriak-teriak minta tolong? Apa ayah masih bisa disebut ayah ketika tangan ini tidak bisa menghapus air mata anaknya sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Itu bukan salah ayah..."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah malu, Lis. Ayah benar-benar tak berguna." rutuk Ayah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku tak tahan melihat ayah begitu. Aku benar-benar tak tahan. Ayah seperti tak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Aku keluar dari ruangan itu menuju kamarku. Terbaring.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PAGI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ruang di Bangsal 21 itu terasa beku. Gadis kecil itu tertidur pulas di tempat tidurnya. Terbungkus selimut rumah sakit berbau kaporit. Pelan-pelan kudekati dia, kucium keningnya. Ada kedamaian bersembunyi. Juga rasa sakit yang terus mengoyak. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gadis kecil itu terbangun. Menangis tapi tak bersuara. Air matanya mengalir. Mengalir deras. Bibirnya bergetaran. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Kenapa menangis, Ning. Sebentar lagi Ayah datang." hiburku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ning gelisah. Mencari sesuatu. Lalu dia merampas ponsel yang tergantung di leherku. Menulis sesuatu....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Aku rindu Ayah. Kenapa Ayah tak pernah jenguk Ning?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah sibuk, Ning." jawabku setelah membaca tulisan itu di layar hape. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Kenapa sibuk? Apa Ayah nggak kangen sama Ning? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ku memandangi wajahnya. Aku nggak tahu mesti bohong apa lagi biar Ning bungkam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah kangen. Tapi dia ada urusan penting yang harus diselesaikan." jawabku setelah lama terdiam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku nggak nyangka jawabanku membut Ning terluka. Ning meronta. Menjerit tapi tak bersuara. Dia berusaha memutus selang infus dari lengannya. Aku berusaha menahan. Tapi tenagaku tak cukup. Aku tak tahu harus berbuat apa lagi. Seluruh kata-kata sudah aku muntahkan untuk mendinginkan hati Ning. Tapi Ning terus meronta. Akhirnya aku pasrah, menangis juga sambil memeluk tubuh mungil Ning. Tubuh lemah Ning. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surat kedua:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Aku tak mengerti kenapa bintang jauh. Tapi aku lebih tak mengerti mengapa ayah jauh dariku. sama kayak bintang. Ayah... aku kangen.... sangat sangat kangen....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah harus ke rumah sakit. Ning butuh Ayah. Dia nggak bisa nahan beban itu sendiri, Yah. Ayah harus tegar di depan Ning. Ayah nggak boleh ngerasa salah terus-terusan sampai ngebiarin Ning menderita gitu. Ayah, Plis! Ning butuh ayah." &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ayah nggak bisa, Lis. Ayah belum bisa. Tiap melihat wajah Ning, ayah selalu ingat kejadiaan buruk itu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Apa selamanya Ayah akan seperti ini? Ning sudah terlalu menderita, Yah. Dia butuh support dari ayah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah membisu. Gurat sedih itu kian terlihat jelas. Gurat yang mengisahkan kejadian terburuk dalam hidupku. Dalam keluargaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Malam Tahun Baru&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah baru pulang dari kantor ketika mendengar kegaduhan di rumah. Ketika masuk, bukan tawa renyah Ning yang menyambut. Tapi sebilah golok berlumuran darah. Ibu tergeletak di atas sofa dengan luka tusukan. Seperti binatang buruan tertusuk tombak. Sedang Ning di sekap. Tubuhnya yang mungil terikat tambang. Ya! Perampokan itu membuat aku kehilangan ibu, ayah kehilangan dokumen-dokumen penting dan uang yang tak sedikit. Untung saja Ayah tak ikut dibunuh. Tapi yang membuat kejadian itu terus membekas adalah Ning. Karena histeris, dia teriak-teriak hingga pita suaranya rusak. Tak ada harapan sembuh. Ning divonis bakal kehilangan suara. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam tahun baru itu, bukan gegap gempita suara terompet dan binar nyala kembang api. Tapi menjadi abu. Dalam hidupku. Dalam keluargaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat ketiga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ayah....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;aku tak marah pada ayah. aku tak bisa marah. bagiku Ayah tetap menjadi bintang, bulan sekaligus matahari dalam hatiku. aku tetap menyayangi ayah. meskipun ayah tak mau melihat wajahku. selamat tahun baru, Ayah....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;meski sudah lewat tiga hari&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;selamat tahun baru, Ayah...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;semoga aku, Ayah dan kakak bisa membuka lembaran baru.....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk lentera yang terus menyala ....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.02in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;30 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-3175179492926466069?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/3175179492926466069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=3175179492926466069' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3175179492926466069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3175179492926466069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/02/surat-buat-ayah.html' title='Surat Buat Ayah'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-1269106289712807376</id><published>2009-02-09T02:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T02:12:17.187-08:00</updated><title type='text'>sebait</title><content type='html'>kuhiasi rambut saljumu dengan daun-daun  cemara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-1269106289712807376?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/1269106289712807376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=1269106289712807376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1269106289712807376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1269106289712807376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/02/sebait.html' title='sebait'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-3966682039271766099</id><published>2009-02-02T21:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T21:48:00.192-08:00</updated><title type='text'>abu-abu</title><content type='html'>cinta&lt;br /&gt;buta&lt;br /&gt;benci&lt;br /&gt;tuli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin rasa cuma itu?&lt;br /&gt;atau abu-abu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta abu-abu&lt;br /&gt;benci abu-abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dihatiku&lt;br /&gt;satu: rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggebu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-3966682039271766099?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/3966682039271766099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=3966682039271766099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3966682039271766099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3966682039271766099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/02/abu-abu.html' title='abu-abu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-6783069290991139040</id><published>2009-01-12T23:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T23:49:04.569-08:00</updated><title type='text'>Bulan Luka</title><content type='html'>: massakerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah rasaku&lt;br /&gt;terjerembab dalam desir pilu&lt;br /&gt;aku tlah kehilangan kata-kata, kalimat-kalimat juga paragraf yang kian beku di tanganku&lt;br /&gt;aku juga tlah kehilangan pucuk penaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang kaukata bila mulut enggan bicara?&lt;br /&gt;pena tak mampu lagi tergerak&lt;br /&gt;hati mampat tersumbat kemesuman dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah rasaku, ayah?&lt;br /&gt;terbalut dalam darah yang mengalir&lt;br /&gt;di mataku&lt;br /&gt;di selaput hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang hendak kutikam&lt;br /&gt;tuk gulirkan dendam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang hendak kuhunus&lt;br /&gt;tuk sirami jiwa yang hangus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masihkah bulan bersinar terang&lt;br /&gt;seperti dulu&lt;br /&gt;seperti sejarah yang tlah lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ataukah bulanku tlah terluka?&lt;br /&gt;hingga aku bosan dan bosan tuk sembuhkan&lt;br /&gt;hingga tafakurku tak lagi buahkan fikir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-6783069290991139040?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/6783069290991139040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=6783069290991139040' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6783069290991139040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6783069290991139040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/01/bulan-luka.html' title='Bulan Luka'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7081162653690135756</id><published>2009-01-12T23:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T23:39:16.769-08:00</updated><title type='text'>Selendang Mega</title><content type='html'>lalu kau terbang bersama angin&lt;br /&gt;mengukir mega...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan kujadikan selendang buat kau menari, katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun terhanyut buai bayu waktu&lt;br /&gt;turut terbang bersamamu&lt;br /&gt;menari bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbang&lt;br /&gt;menari lagi&lt;br /&gt;terbang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau kalungkan selendang mega padaku&lt;br /&gt;lalu pergi&lt;br /&gt;tanpa kata....&lt;br /&gt;tanpa irama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memanggilmu sekali&lt;br /&gt;cukup sekali&lt;br /&gt;karena aku ngerti kau tak kan pernah kembali....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7081162653690135756?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7081162653690135756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7081162653690135756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7081162653690135756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7081162653690135756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/01/selendang-mega.html' title='Selendang Mega'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7972696087144237346</id><published>2009-01-12T22:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T23:00:15.313-08:00</updated><title type='text'>kesepian</title><content type='html'>tuhan...&lt;br /&gt;aku sendirian&lt;br /&gt;di garis sepi&lt;br /&gt;di batas cakrawala diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku seperti enggan berlari&lt;br /&gt;tapakku melaknat ribuan puisi&lt;br /&gt;jantung hitam malaikat tak bersayap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan aku rasa sepi&lt;br /&gt;di hati&lt;br /&gt;di jiwa&lt;br /&gt;akankah aku kembangkan hayalan laknat ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7972696087144237346?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7972696087144237346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7972696087144237346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7972696087144237346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7972696087144237346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/01/kesepian.html' title='kesepian'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5834393788175174253</id><published>2009-01-01T23:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T00:42:03.469-08:00</updated><title type='text'>interprise</title><content type='html'>aku ingin masa laluku: kamu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5834393788175174253?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5834393788175174253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5834393788175174253' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5834393788175174253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5834393788175174253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2009/01/interprise.html' title='interprise'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-4860230861080251708</id><published>2008-12-31T03:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T03:26:09.824-08:00</updated><title type='text'>lagi lagi tentang kamu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;aku mencium benalu di rambutmu&lt;br /&gt;kenapa musti tumbuh kembali?&lt;br /&gt;apakah angin cinta tak mampu lagi tumbangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini cinta sayang...&lt;br /&gt;yang kau perkosa salama sejuta tahun&lt;br /&gt;kau paksa hadir&lt;br /&gt;lalu kau campakkan bersama kendil-kendilmu yang terjungkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini kasih, sayang...&lt;br /&gt;potongan tubuh kekasih yang kau simpan di relung hatimu&lt;br /&gt;mengikis sejuta isyarat&lt;br /&gt;kehamilan rindu kembali berdenyar&lt;br /&gt;di medan lagamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini apa sayang?&lt;br /&gt;apakah kau masih menyebutnya apa?&lt;br /&gt;mungkin harus kuuntai kembali benalu di rambutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti perselingkuhan waktu yang tak pernah berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari berlayar&lt;br /&gt;berdenyar&lt;br /&gt;saling memperkosa hingga kita buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku teringat kembali&lt;br /&gt;perselingkuhan kita bukan di kereta&lt;br /&gt;tapi di gerobak tua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-4860230861080251708?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/4860230861080251708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=4860230861080251708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4860230861080251708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4860230861080251708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/12/lagi-lagi-tentang-kamu.html' title='lagi lagi tentang kamu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-852201011299654726</id><published>2008-12-03T01:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T01:53:51.534-08:00</updated><title type='text'>sekeping episode kelam masa lalu</title><content type='html'>ada yang terjatuh&lt;br /&gt;terluka&lt;br /&gt;menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di matamu siang masih ada&lt;br /&gt;tapi mengapa malam menyambang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin aku meraupmu&lt;br /&gt;meraup seluruh organmu yang mampat&lt;br /&gt;tapi batas waktu iyakanku&lt;br /&gt;tuk mengantarmu pada waktu&lt;br /&gt;pada haru&lt;br /&gt;pada air matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulanglah sahabat...&lt;br /&gt;tangan ini masih setia merengkuhmu&lt;br /&gt;sebelum pesta buta terlaksana&lt;br /&gt;dan jiwa kita menyatu di keabadian&lt;br /&gt;seperti sepasang kupu-kupu jahanam&lt;br /&gt;yang membebaskan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga...&lt;br /&gt;lumatlah hatiku&lt;br /&gt;sebelum kau hunuskan malam&lt;br /&gt;malam panjang&lt;br /&gt;dalam hidupku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kita memilih jalan itu&lt;br /&gt;seperti waktu kita bertemu dalam semu&lt;br /&gt;berpisah di ujung mimpi&lt;br /&gt;bertemu kembali dalam hayalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kau perlu baca cerpen ayah&lt;br /&gt;di kereta kita selingkih&lt;br /&gt;tapi kita tak pernah berjumpa di kereta&lt;br /&gt;kecuali kereta kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat, pulanglah....&lt;br /&gt;aku lelah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-852201011299654726?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/852201011299654726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=852201011299654726' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/852201011299654726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/852201011299654726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/12/sekeping-episode-kelam-masa-lalu.html' title='sekeping episode kelam masa lalu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-4883003902762581933</id><published>2008-10-23T07:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T07:45:13.492-07:00</updated><title type='text'>sebait malam buatmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SQCN3MHdQRI/AAAAAAAAADk/tHTrjxaaQIw/s1600-h/Sunset.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SQCN3MHdQRI/AAAAAAAAADk/tHTrjxaaQIw/s200/Sunset.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260360344053563666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;selembut apakah selendang malam?&lt;br /&gt;seperti belaianmukah?&lt;br /&gt;atau hanya air mata yang menetes di sudut mata saat aku kehilangan kata-kata?&lt;br /&gt;atau seperti pertanyaan bintang yang tersapa langit...&lt;br /&gt;yang tak terjawab oleh hembuasan senyap embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau begitu...&lt;br /&gt;susupkan saja kepalaku di ketiakmu&lt;br /&gt;biar kucium odormu yang khas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kau selimutkan tanganmu di dadaku&lt;br /&gt;biar kau tahu degub jantungku&lt;br /&gt;mengembara ke langit waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita tertawa bersama&lt;br /&gt;biarkan burung-burung itu mengepak di seberang kita&lt;br /&gt;di batas trenyuh jiwa....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-4883003902762581933?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/4883003902762581933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=4883003902762581933' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4883003902762581933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4883003902762581933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/10/sebait-malam-buatmu.html' title='sebait malam buatmu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ytlNyrBmvDk/SQCN3MHdQRI/AAAAAAAAADk/tHTrjxaaQIw/s72-c/Sunset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-9103257221327659860</id><published>2008-10-19T20:18:00.001-07:00</published><updated>2008-10-19T20:22:38.287-07:00</updated><title type='text'>thanks 4 father</title><content type='html'>mungkin benar, kadang seseorang mengalami masa sublimatif. tiba-tiba menjadi pemalas dan pemalas. tapi aku kembali bergairah. aku benar-benar kembali bergairah. mungkin karena ucapan father bumar yang membuatku bergairah untuk menulis. atau karena aku sudah kembali? entahlah! yang jelas aku kembali lagi bergairah untuk menulis.&lt;br /&gt;trimakasih father....&lt;br /&gt;jangan berhenti mengasuh rubrik nulis ya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-9103257221327659860?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/9103257221327659860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=9103257221327659860' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/9103257221327659860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/9103257221327659860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/10/thanks-4-father.html' title='thanks 4 father'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7570437209987468396</id><published>2008-10-11T04:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T04:29:50.243-07:00</updated><title type='text'>saat ingatanku kembali pulih</title><content type='html'>apa kabar semua novel-novelku yang terkubur? masihkah dia ingin bangkit kembali? membuat jemariku kembali menari, bibirku kembali berzikir, otakku kembali berhayal jauh...&lt;br /&gt;tapi kenapa justru kekosongan yang lahir? mengusik sanubari. menjentik kenangan akan semua hayal yang pernah aku tulis. entah di media, di kertas, di buku, binder, sobekan bungkus rokok, bekas kertas minyak, di atas head lane surat kabar yang aku sukai atau hanya sekedar menulis dalam ingatan.&lt;br /&gt;dalam senja, aku menatap catatan-catatan kecil yang terhempas waktu. tercacah musim, hingga jejaknya amburadul. aku blank! tak ada kamus dalam sanubariku yang kembali menuntun hati ini untuk menulis. bukan cuma sekedar menengguk lembaran rupiah bila karyaku (dan bila redakturnya baik hati, dan mungkin memang ya) memuat tulisanku.&lt;br /&gt;aku bingung dengan apa yang aku lakukan. pengelanaan panjang. penantian yang tak berujung nantinya bakan kujadikan bayi bagi novel-novelku.&lt;br /&gt;kali ini, aku memang tak bergairah lagi membicarakan karya-karya penulis. tapi aku selalu bergairah untuk membikin novel. satu saja. sebagai ladang penyaluran hajat batinku, dan peninggalan buat anak cucuku kelak.&lt;br /&gt;lalu, sampai disinikah aku menulis? sampai disinikah aku mengabdikan diri pada karya sastra dengan tulisanku yang buruk rupa?&lt;br /&gt;atau aku belajar merangkak kembali?&lt;br /&gt;berhenti?&lt;br /&gt;merangkak?&lt;br /&gt;berhenti?&lt;br /&gt;merangkak?&lt;br /&gt;berhenti?&lt;br /&gt;MERANGKAK!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7570437209987468396?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7570437209987468396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7570437209987468396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7570437209987468396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7570437209987468396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/10/saat-ingatanku-kembali-pulih.html' title='saat ingatanku kembali pulih'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-6948235298660311991</id><published>2008-09-20T05:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T05:23:05.656-07:00</updated><title type='text'>seuah waktu yang tertunda</title><content type='html'>aku ingin bahagia. sedetik dua detik. mungkin untuk selamanya. tapi apa yang aku bisa lakukan bila kau tak mau bersama? ini takdir. ya! takdir yang mempertemukan kita dan menuntun kita mencapai kata sepakat membentuk perahu. tapi kenapa kau seolah lari dari nyata. menghabiskan waktu yang terjeda dalam diam kata. kalau kau belum siap, ungkap! jangan bersembunyi di ketiak waktu hingga aku bosan melihat burung-burung silih berganti datang.&lt;br /&gt;cobalah kubur masa lalu. aku pun punya itu. apa salahnya kita bergandeng mesra, berbalut cinta. menatap mega dan berikhtiar dalam semilir senja?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-6948235298660311991?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/6948235298660311991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=6948235298660311991' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6948235298660311991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6948235298660311991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/09/just-love.html' title='seuah waktu yang tertunda'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-4930887990571947236</id><published>2008-05-30T05:37:00.001-07:00</published><updated>2008-05-30T05:52:15.057-07:00</updated><title type='text'>it's Me</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;hanya saja aku tak mau mencampur malam dengan udara. tapi dingin ini terus menyergap. menahanku tuk kabarkan suka cita yang kini kurasa&lt;br /&gt;apa makna pelangi? tanyamu&lt;br /&gt;pagi masih dingin. embun dan hujan berlarian mengejar jasadmu yang tak lagi nyata&lt;br /&gt;sedang hariku hilang dalam nyalang kata-kata.&lt;br /&gt;apa maksud kau pintal pelangi dirambutku? tanyamu lagi&lt;br /&gt;aku tlah menggadai diriku dengan wangimu.&lt;br /&gt;kesementaraan itu cuma pinus yang keropos dilalap musim dingin&lt;br /&gt;dan keabadian itu kini kupeluk&lt;br /&gt;kudekap erat...&lt;br /&gt;masihkah kau sisakan pelangi untukku? tanyamu untuk kesekian kali&lt;br /&gt;hanya langit yang mengerti&lt;br /&gt;dia akan kirimkan&lt;br /&gt;sewarna dan sewarna lagi&lt;br /&gt;di hatimu.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-4930887990571947236?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/4930887990571947236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=4930887990571947236' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4930887990571947236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/4930887990571947236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/05/its-me.html' title='it&apos;s Me'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2006245414051792435</id><published>2008-04-29T02:54:00.001-07:00</published><updated>2008-04-29T02:58:16.564-07:00</updated><title type='text'>INI BUKAN YANG TERAKHIR</title><content type='html'>“Apa ini akhir?” kata Ibnu, ketua Festival.&lt;br /&gt;"Tenanglah. Ini cuma permulaan.” jawabku.&lt;br /&gt;Aku nyoba buat senyum. Meski hatiku miris juga. Proposal yang baru kami gandakan terpaksa kami lempar ke tempat sampah. Ini memang bukan pertama kalinya kami dipermalukan dan diperlakukan seperti ini. Kami sering mengalaminya. Tapi yang ini benar-benar sakit. Pembina kami yang terhormat tetep cuek dengan kami. Bahkan saat kami minta konfirmasi seputar kegiatan ini, dia malah lari!&lt;br /&gt;Sebenarnya rasa hormat apa lagi yang harus kami berikan? Sujud sembah kayak hamba dengan rajanya? Kami coba mengklirkan masalah dengan ngomong bak-baik, soan dan minta saran. Apa itu masih kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh kurang ajar, sebenarnya kami bisa jalan sendiri tanpa pembina sekalipun. Wong kami sering jalan sendiri. Toh apa arti struktur organisasi bagi kami. Itu cuma formalitas. Prakteknya kita tetep kerja sama tanpa mandang ketua, wakil, sekretaris, anggota, juga mungkin pembina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini yang terakhir, Nu. Terkhir menjadi anak kecil yang merengek-rengek pada orang yang gak butuh.Tapi aku nggak mau nyerah lantaran itu. Festival harus tetap jalan. Apapun yang terjadi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2006245414051792435?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2006245414051792435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2006245414051792435' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2006245414051792435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2006245414051792435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/04/ini-bukan-yang-terakhir.html' title='INI BUKAN YANG TERAKHIR'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-1792093647146165038</id><published>2008-04-23T03:10:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T03:40:32.734-07:00</updated><title type='text'>Seni itu air kencing</title><content type='html'>Tolong! Aku kejebak!&lt;br /&gt;Sebenarnya sih bukan apa-apa. Aku hanya udah bikin mati keki guru SMA yang rada-rada antipati sama aku. Gara-garanya festifal band yang bakal FP2S adain juli nanti (baru wacana). Dia nuduh kami nggak berterimakasih sama sekolah lantaran nggak menghargai dia. gila! lantas aku bilang gini: kami menghormati njenengan, tapi kami juga butuh bimbingan. kami butuh bapak sebagai pembina, bukan sebagai pemimpin yang otoriter yang nggak mau menerima masukan dari kami dan selalu memaksakan keinginan Bapak sendiri. kami juga punya hati. kami punya pemikiran lain yang juga, kalau bapak mau, butuh dihormati.&lt;br /&gt;yah... semua ini gara-gara aku dan anak-anak FP2S yang sekarang pengin ganti nama jadi Forpissa, terpaksa harus melawan instansi kami sendiri. Sebenarnya bukan instansi, cuma perseorangan saja. Lha wong pak kepsek saja setuju kalau kami bikin acara itu.&lt;br /&gt;Tapi masalahnya, pembina fp2s yang udah nggak jadi pembina lagi, eks-pembina atau pembina yang statusnya nggantung marah-marah karena kami nggak ngasih pemberitahuan dulu. Dia manggil aku ke skul dan mengintrogasi layaknya pak polisi kena penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speak syndrome.&lt;br /&gt;A&lt;/span&gt;lasan kami sederhana, kami cuman nggak mau dihalang-halangi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. K&lt;/span&gt;ami nggak mau diwedeni, ditakuti macam-macam sehingga kami nggak jadi bikin festival ini. Pengalaman festival band kemarin juga gitu. Awalnya dia nggak setuju, dia marah dan menganaktirikan kami. Dia bilang kalau di sekolah ISLAM nggak boleh ada seni yang berbau ekstrim kayak undergroud, band, atau teater. Dia bilang secara blak-blakan seolah nggak punya kosakata manis yang nggak nyinggung perasaan kami. Yah... mungkin benar, yang berhak mewarnai sekolah NU cuma hadrah, tilawah, tahlil etc. Tapi pak Ali punya pendapat lain. Seni itu ekspresi jiwa. Seni itu kayak air kencing yang butuh dikeluarkan. Dan kalau ditahan bisa bikin penyakit. Tapi pembina kami yang terhormat masih ngotot bahwa segala macam musik itu haram! Keren nggak tuh?&lt;br /&gt;Makanya di setiap kegiatan yang berbau seni, walaupun dia pembina kami, dia jarang kami kasih tahu (dasar murid kurang ajar!!!!). Alasannya ya itu tadi.... KAMI NGGAK MAU DITAKUTI, DIHANTUI, DIJADIIN SISWA BEROTAK BEKU YANG CUMA MIKIR AGAMA MELULU. NO!&lt;br /&gt;Kalau kau sebut kami jahanam, silahkan. Tapi kami juga masih punya agama yang masih kami sanjung dan anut. Kami nggak lepas kontrol meskipun darah seni yang kami miliki menggelegak.&lt;br /&gt;Kalau dia tetep marah lantaran masalah festival band, kami tetep akan nyopot jabatannya sebagai pembina. Gimana? Jahat nggak ya? Apa kami mirip kayak pejabat yang habis manis sepah dibuang?&lt;br /&gt;Sumpah! Tapi kami nggak mau jadi yang kayak gitu. Kami cuma butuh bimbingan, dorongan, arahan, saran, kritik membangun, semangat, dan juga (mungkin yang terpenting) dana!&lt;br /&gt;Kalau kau mau ngasih kritik sama fp2s, kami siap dan sangat siap menampung! Asal yang membangun. Hwe...hwe...hwe.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-1792093647146165038?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/1792093647146165038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=1792093647146165038' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1792093647146165038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1792093647146165038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/04/tolong-aku-kejebak-sebenarnya-sih-bukan.html' title='Seni itu air kencing'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-3907158873685960649</id><published>2008-04-15T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T02:26:05.383-07:00</updated><title type='text'>di dalam bis tadi</title><content type='html'>"Turun mana, Dek." kata laki-laki yang duduk di sampingku.&lt;br /&gt;"Weleri. bapak?"&lt;br /&gt;"Saya comal."&lt;br /&gt;pembicaraan berhenti sejenak.&lt;br /&gt;"Baru dari mana? Kuliah kerja atau..." tanya dia lagi.&lt;br /&gt;"Ke Suara Merdeka."&lt;br /&gt;"Wartawan?"&lt;br /&gt;"Bukan?"&lt;br /&gt;"Lalu?"&lt;br /&gt;"Hanya main."&lt;br /&gt;"Anak jaman sekarang senengnya emang main-main ya? mereka jarang berfikir tentang kehidupan, bangsa dan negara." gerutu lelaki itu.&lt;br /&gt;Aku syok. nggak nyangka jawabanku bakal nimbulin pernyataan yang bikin hatiku panas. dalam hati aku berteriak. aku nggak main-main. aku baru ambil honor. you know! tulisanku kemuat minggu kemarin. (salah satu egoku yang terpendam). aku diam saja. bahkan sampai di perbatasan kendal, aku nggak bicara apa-apa.&lt;br /&gt;lantas.... dia mulai bicara lagi. pertama dia bercarita tentang keluarga, anak, cucu dan pekerjaannya saat ini. yah.... dia salah seorang simpatisan calon gubernur. aku diceramai macam-macam tapi aku cuma angguk-angguk kepala. enggan berkata-kata. karena selain aku ngantuk, aku malas mendengarkan orasi politik yang nggak pada tempatnya (mungkin?) . tapi akhirnya dia ngasih pengertian yang aku suka :&lt;br /&gt;"Politik itu bukan cuma masalah partai. hidup juga politik. semuanya politik. kalau mau sukses, pakai politik. sebelum kita dipolitiki,  kita dulu yang musti memolitiki." katanya berapi-api.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-3907158873685960649?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/3907158873685960649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=3907158873685960649' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3907158873685960649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/3907158873685960649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/04/di-dalam-bis-tadi.html' title='di dalam bis tadi'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-33720847646554543</id><published>2008-04-15T00:04:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T00:51:10.881-07:00</updated><title type='text'>Manusia yang ingin dimanusiakan</title><content type='html'>semua ini gara-gara temenku ngajak ketemuan sama eks-tapol pulau Buru(Minggu, 13 April 2008). Ya! Aku dikemukan langsung sama mereka, korban kekejaman rezim di tahun 1965/1966. bertukar sapa selayaknya kenalan lama. berbicara ngalor ngidul sambil sesekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rembes &lt;/span&gt;dan ketawa. ah, semua rasa berbaur nggak teratur saat aku melewatkan siang yang gerah itu bersama mereka.&lt;br /&gt;Sekitar pukul sepuluh aku datang. Mas Arif Rahman Hakim langsung  memutar film dokumenter yang beberapa waktu lalu diputar di Metro TV. aku benar-benar tersentuh melihat mereka yang masih saja menampakkan semangat menyala-nyala dan berkobar-kobar seperti ketika berjuang dulu. Dalam setiap kalimat, memunculkan spirit yang menggetarkan palung rasaku. Suer! Aku bener-bener terharu. rasanya aku ditarik ke masa lalu yang mempertontonkan kekejaman sejarah yang begitu mengelegak. lalu dihadapkan pada peristiwa-peristiwa yang tentu bikin kita mengingat betapa sakit derita orang-orang tak bersalah, yang tak tahu menahu, kemudian malam-malam digedor pintu rumahnya, diseret ke luar, dibawa mobil-mobil tak bercat dan tanpa diadili sedikitpun mereka dihukum.&lt;br /&gt;Aku mengelus dada dan bersyukur bahwa aku tak hidup di masa itu. Bahwa aku tak jadi korban kekejaman sejarah. Bahwa aku bukan....&lt;br /&gt;Ya! semua ini soal manusia dan kemanusiaan. manusia yang ingin dimanusiakan, juga jalan kemanusiaan yang terbentang bila kita mau berempati sedikit atau meluangkan waktu untuk mengenang masa lalu. Di sini, kita juga manusia.&lt;br /&gt;Saat mereka ingin penjara sosial dan ekonomi yang selama ini membelit mereka dihapus. dan saat mereka minta kembali kesejahteraan yang dulu terampas hingga anak cucu bahkan cicit mereka jadi korban, apakah kita akan diam membisu?&lt;br /&gt;Apa salahnya kalau sesekali kita merenung dan mempertanyakan diri: sudah benarkah kita? sudah baktikah kita pada negara? sudahkah kita berbuat sesuatu untuk negara? sekecil apapun itu. Sudahkah?&lt;br /&gt;Marilah kita membuka sekejab celah yang sempat terabaikan karena kesibukan atau pekerjaan kita. ini soal kemanusiaan dan masalahnya kita di sini juga masih manusia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-33720847646554543?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/33720847646554543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=33720847646554543' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/33720847646554543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/33720847646554543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/04/semua-ini-gara-gara-temenku-ngajak.html' title='Manusia yang ingin dimanusiakan'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7989990750304359252</id><published>2008-04-10T05:13:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T05:32:21.989-07:00</updated><title type='text'>Paringi Sabar Gusti</title><content type='html'>Yah.... yang namanya temen emang kadang nggak bisa kita percaya seratus percent. Kemarin, aku baru kehilangan satu novel tentang pesantren yang rencananya mau tak serahin pak Budi Maryono buat diedit sekedarnya. Aku sudah janji dalam hati kalau novel itu terbit, aku mau nerbitin kumpulan puisi 2007 : Miserable song yang jadi titel blogku, secara indi. Tapi nasib berkata lain. Folderku yang aku titipin di komputer organisasi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;didelet &lt;/span&gt;oleh orang yang nggak bertanggung jawab yang mungkin benci banget sama aku. Aku ngak tahu kenapa dia sampai tega ngelakuin hal itu. Padahal aku nggak pernah berbuat salah (kaya'e) sama dia. Aku nggak pernah nyakitin dia. Aku udah anggap dia saudara yang mau aku ajak ngomong dan mau ngedengerin keluhanku soal sastra. Tapi kenapa dia begitu gemas sampai merencanakan buat ngehapus folder yang berisi separuh nyawaku (mungkin terlalu berlebihan)? Suer! Tadi pagi, aku nggak tahu harus ngomong apa waktu dia aku desak dan akhirnya dia ngaku kalau itu semua dia lakukan dengan sengaja . Apa?!!! Apa aku emang lagi dan lagi, dan lagi harus ketiban apes yang luar biasa dahsyat? Baru beberapa bulan lalu aku juga kehilangan novel Ilona setebal 250 halaman. Sekarang? Novelku, kumpulan 100 puisi terbaruku, data-dataku, tabungan artikel yang akan aku kirim ke Suara Merdeka, semuanya hangus! Musnah kayak kertas disulut korek api. Nggak guna apa-apa kan, selain jadi abu gosok? Entahlah! Entah! Entah! Cobaan apalagi yang akan aku terima. Apakah Tuhan nggak ngijinin aku jadi sastrawan yang merupakan cita-citaku sejak kecil? Apakah Tuhan tidak ngijinin aku berjuang lewat jalan ini? Atau mungkin ini cara Dia biar aku nggak takabur, nggak nyombongin diri dengan kemampuanku yang sebenarnya terbatas? Atau ini cara Dia nunjukin ke aku kalau apapun bisa terjadi? Benar kata mas Wien, aku harus membekup tulisanku dengan CD atau flash. Mungkin juga aku harus berhati-hati. Karena apapun bisa terjadi! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Paringi sabar Gusti!       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7989990750304359252?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7989990750304359252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7989990750304359252' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7989990750304359252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7989990750304359252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/04/paringi-sabar-gusti.html' title='Paringi Sabar Gusti'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5115974301859372497</id><published>2008-03-08T18:56:00.000-08:00</published><updated>2008-03-13T20:28:29.874-07:00</updated><title type='text'>Aku ingin Kakak Laki-laki</title><content type='html'>Dari dulu, aku ingin sekali punya kakak laki-laki. Yang menyayangiku tanpa ruang waktu, yang memarahi saat aku bandel, yang bela aku kalau aku dihianati cowok dan ngasih support saat aku kehilangan semangat. Tapi garis turun keluargaku cuma memberiku kakak perempuan yang dari kecil hingga remaja jarang bersamaku. Ironisnya, kakak ipar yang aku harapkan bisa menjadi kakak laki-lakiku, malah jadi penghianat!!!!&lt;br /&gt;Dia menghianati keluargaku. Menghianati diriku dan selalu merendahkan orang tuaku, lebih tepatnya martua.&lt;br /&gt;Sederet nama pernah singgah. Mereka yang aku sayangi sebagai kakak. Namun pada akhirnya hubungan itu tak bertahan lama. Ujungnya pun sama: cinta!!!&lt;br /&gt;Namun aku tak pernah menyalahkan rasa. Mungkin kasih sayangku yang terlalu berbelih membuat mereka mengartikan lain. Mungkin mereka berpikir aku menaruh rasa. Padahal aku tak cinta. Aku tetap menganggap mereka sebagai saudara yang mau kuajak bertukar fikir dan rasa.&lt;br /&gt;Allah, apa aku salah? Dosakah bila kini, meski aku tlah punya cinta, aku tetep merindukan seorang kakak laki-laki?&lt;br /&gt;Dosakah bila nanti, setelah aku memiliki suami, aku masih mendamba seorang kakak laki-laki?&lt;br /&gt;Allah, kalau Kau berkenan memberi, berilah aku kakak laki-laki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5115974301859372497?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5115974301859372497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5115974301859372497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5115974301859372497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5115974301859372497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/03/aku-ingin-kakak-laki-laki.html' title='Aku ingin Kakak Laki-laki'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5143330905349681538</id><published>2008-03-01T21:16:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T02:53:50.459-08:00</updated><title type='text'>adakah cinta?</title><content type='html'>lalu aku kehilangan cinta itu&lt;br /&gt;selamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hilang dalam keciap waktu&lt;br /&gt;seutuhnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kandas dalam seuntai fajar&lt;br /&gt;mungkin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5143330905349681538?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5143330905349681538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5143330905349681538' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5143330905349681538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5143330905349681538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/03/senyum-wien.html' title='adakah cinta?'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2626053467862264726</id><published>2008-02-26T03:52:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T03:53:15.871-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Gelas Cinta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aku ingin mengisi gelas-gelas cinta bersamamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.6in; margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Saat ini, esok, atau setelah semua kembali ke pangkuan kasihNya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.6in; margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Seperti cinta Tuhan yang ia berikan lewat senyum Hawa pada Adam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Seperti damai yang dihembuskan angin sorga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Asa terajut dalam ikatan suci &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Membentang kesetiaan &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Bagai kelambu pengantin di musim tuai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="right"&gt; For your wedding party&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.16in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="right"&gt; 11 Sept ‘06  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Lira Lara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Di sisimu aku bercinta dengan kematian:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Bayang kunang-kunang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Terdampar di parit harapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Entah lelembut mana menawarkan luka-luka pada raut ayumu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aku tlah pergi ke dunia asing tempat spora rekah lumut kuyup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Dan aku kehilangan warnamu yang sempat kukalungkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Tapi aku ingin bercinta dengan kematian:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;sekali lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;jangan kauhalangi &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;akulah penyepi dihinggapi rayap-rayap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;cacing-cacing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;bilapun engkau terlambat hadir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;kan kuberikan segelintir bayang-bayang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.02in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;di ujung matamu &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="center"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Februari 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Apa Yang Berdetak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.44in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Ada yang bersembunyi di hatimu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Seperti surya berlindung di balik mega&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Mataku gelap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Ingin kujelajahi deltamu yang gembur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Menanam benih-benih kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Tapi…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Masih ada yang bersembunyi di hatimu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Ada yang berdetak sama dengan detak jantungmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Dikiri hatimu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Di pusar jiwamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Di paruh diafragmamu yang mencuat bisu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aku tak tahu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Hanya lamalama detakmu makin terasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.05in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Bergetar gemuruh mengguncang kestabilanku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.05in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Matamu bicara lewat air mata&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.05in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Tapi bibir senyum penuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.05in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.05in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Apa yang bersembunyi di hatimu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.05in; margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0.2in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Apa yang berdetak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4 style="margin: 0in 0.55in 0in 0.05in; line-height: 100%; font-weight: normal;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;&lt;i&gt;Ujung Senja, Sept’06 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h4&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Berceloteh Mimpi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Ijinkan mulutku berceloteh mimpi dengan batu beku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Setelah telingamu tak lagi sudi tampung ocehanku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Tlah lama kugigit bibir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Bersandar di tiang pengharapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Nanti waktu lapangmu tuk bicara jiwa ke jiwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Masihkah kaumiliki rasa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Hatiku mulai ragu setelah berwajah pada pohon tumbang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Mulutku terpaku abjad yang tak nyata&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Nyaliku tertelan kemelut jiwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aku ingin sekali berceloteh padamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Namun imajinasiku terbakar sumbar yang mencahar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Di tiap bibir hendak bergerak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 0.55in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;250706&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="left"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Catatan Waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kusulam puisi di atas permadani rumputmu yang tandus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Benang alang-alang tlah kuikat membentuk sketsa waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;   &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Berdetak di jantungku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aku tlah mencatat mekar bungamu – katamu &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kau berlarian meloncati hatiku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Daun parumu bergelantungan serupa bandul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt; Menari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kulihat kau memetik kelopak jantungku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Meremasnya hingga berdarah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aku tlah temukan wangimu – teriakmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Dan kau titipkan mimpimu pada jutaan peri yang terbang mengitari taman hatimu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Yang tiba-tiba lenyap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kusulam puisi di atas rumput tandus yang kau tinggalkan dalam catatan waktu beku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="right"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;280906&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.01in; margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2626053467862264726?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2626053467862264726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2626053467862264726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2626053467862264726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2626053467862264726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/gelas-cinta-aku-ingin-mengisi-gelas.html' title=''/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-456116894875454786</id><published>2008-02-26T03:14:00.002-08:00</published><updated>2008-02-26T03:24:27.324-08:00</updated><title type='text'>Puisi Tuk Mengenangmu</title><content type='html'>Sejenak, ketika kulihat baris angka di kalender, kutemukan kembali sejarah usang. Sejarah yang menguak kepingan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis enam tahun yang lalu terpaksa aku melepas kepergianmu. Mungkin Tuhan telah menuliskan garis lain. Ah, bukan mungkin. Tapi pasti! Dan aku tak bisa bernegosiasi dalam bentuk apapun untuk membuatmu selalu ada di dunia. Menghirup harum rumput, basah embun, hangatnya sinar matahari atau berdiskusi tanpa mengenal ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kau masih mengisi sebagian hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang harus seseorang lakukan ketika menghidmadi dua hari besar sahabatnya. Kelahiran sekaligus kematian. Andai kau masih ada, akan kuberikan kotak kosong padamu. Karena terlalu banyak yang ingin aku berikan dan aku tak tahu harus memberimu yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hari ini, relakan aku memahat kembali ingatanku. Ketika terakhir kau tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( I )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kuselimutkan kabut di jasad batumu, Andara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seserpih mimpi yang melingkar di bibirmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menghujam kembali ingatan abu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ingatan mengelabu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hujan menetas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kereta itu meluncur di tanah getas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lalu kutaburi sayap-sayapmu yang tertidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan bunga mawar gugur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;melati terguyur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sukma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hancur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( II )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu mendung menggayut lenganku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menepaki jejakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menukar kilas senyum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan air mata mengucur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak kukendarai nasibku, Andara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;entahlah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;malam tak begitu sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meski tlah kudaki bukit bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( III )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin layak kupurat jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;merangkai menit-menit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan jam – hari-bulan-tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengubur senduku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ia mengarat dalam organ jiwaku, Andara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maukah kaupinjamiku air telaga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biar kubasuh ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau sekedar dongeng nina bobo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuk picingkan mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dari masa lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;untuk Andara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lilin hati yang tak pernah mati&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-456116894875454786?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/456116894875454786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=456116894875454786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/456116894875454786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/456116894875454786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/puisi-tuk-mengenangmu.html' title='Puisi Tuk Mengenangmu'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-1335385245891591014</id><published>2008-02-26T03:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T03:11:02.402-08:00</updated><title type='text'>SOS!!!!!</title><content type='html'>Aku butuh jalan! Terserah kau mau beri aku apa. Rel sepur, lintasan udara, jalan raya berasapal parah atau jalan licin berbatu bekas injakan badan kontainer pun aku mau. Yang penting aku bisa menggerakkan kaki-kakiku kembali menyebrangi culasnya hidup dan menyiangi gelapnya rimba. &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kau minta berapa? Kalau uang aku tak punya. Yang aku simpan cuman kerikil-kerikil kecil penjelmaan air mata perih orang tersisih, yang mengkristal, lalu kukumpulkan bertahun-tahun hingga menggunung. Apa kau terima? Kalau tidak, relakan aku jadi budak. Atau kau cukup menganggapku sebagai pembantu yang rela pukul sapu seperti sekelompok TKW naas di negri bringas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;O, terserah! Yang pasti, berilah aku jalan. Minggir! Menyingkir! Atau kau menunggu kuusir hingga kukuasai jalanmu? O, tidak! Aku bukan orang jahat.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Baiklah! Aku punya waktu 3x24 jam. Kalau kau tak menyerahkan jalanku, akan kulempar kau pakai sepatu. (aku sadis bukan?)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ya sudah terserah!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kau memang tak pernah niat memberi aku jalan, bukan? Kalau begitu, akan kucari jalan itu. SENDIRI! Aku akan mencarinya. Aku tak mau kalah dengan ayam yang rela mengais tanah hanya demi cacing. Akan kukais hidup! Akan kukais selokan! Akan kukais ridlo Tuhan. Agar aku menemukan jalan.    &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-1335385245891591014?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/1335385245891591014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=1335385245891591014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1335385245891591014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/1335385245891591014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/sos.html' title='SOS!!!!!'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-6396280703985197762</id><published>2008-02-26T02:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T02:49:05.783-08:00</updated><title type='text'>Rumah-Rumah yang kembali berair</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aku memang tinggal di daerah tinggi. Terserah kau mau panggil aku anggun (anak nggunung) atau suku pedalaman. Yang pasti, aku hidup di lingkungan yang dikelilingi pohon-pohon, hamparan padi, jagung ketela dan juga monyet (meskipun binatang itu tak lagi muncul di kampungku!!). Tapi, sumpah! Aku turut meneteskan air mata melihat daerah rendah yang jadi langganan banjir-banjur. Aku tak tega melihat rumah-rumah  mengapung. Karena yang aku tahu, itu bukan bentuk rumah sungai di pinggiran Musi atau dermaga bergoyang yang sengaja ditumbuhi 'GRIYA'. Lalu apa yang musti kita lakukan? Masihkan kita nekat main gitar (kecuali musisi) di tengah saudara-saudara kita yang mengap-mengap di dalam air keruh?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seandainya kau SUPERMAN, apa yang akan kau lakukan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seandainya kau GATOT KACA, apa yang akan kau perbuat?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seandainya kau PRESIDEN, apa yang ingin kau sumbangkan?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seandainya kau KOORRUPTOR, apakah kau mau membagi sedikit hasil curianmu untuk membangun tanggul? (sebelum kau disiksa dunia akherat)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seandainya kau ORANG BIASA, apa yang ingin kau pikirkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jawablah! Seandainya kau jadi SEANDAINYA!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-6396280703985197762?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/6396280703985197762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=6396280703985197762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6396280703985197762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6396280703985197762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/rumah-rumah-yang-kembali-berair.html' title='Rumah-Rumah yang kembali berair'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-687955923816525742</id><published>2008-02-24T02:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T02:08:23.003-08:00</updated><title type='text'>Bunda, senyumlah!</title><content type='html'>aku kangen bunda yang dulu&lt;br /&gt;yang tersenyum meskipun menyandang beban berat&lt;br /&gt;aku kangen sama bunda yang dulu&lt;br /&gt;yang tenang meski masalah keluarga bergejolak hebat&lt;br /&gt;aku kangen sama bunda...&lt;br /&gt;sumpah!&lt;br /&gt;aku pengin semuanya masalah cepat berakhir&lt;br /&gt;dan bunda kembali tersenyum&lt;br /&gt;amiin...&lt;br /&gt;amiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-687955923816525742?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/687955923816525742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=687955923816525742' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/687955923816525742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/687955923816525742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/bunda-senyumlah.html' title='Bunda, senyumlah!'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5126687297600166443</id><published>2008-02-22T19:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-22T19:06:20.117-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Waktu kian aus. Seperti perjalananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jujur, aku kembali kehilangan arah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rasanya seperti berjalan di pasdang luas yang tak tentu pangkal ujungnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Mungkin aku terlalu idealis. Mungkin juga terlalu mengejar ketidakmungkinan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aku musti kembali&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ya! Harus!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tapi kemana?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5126687297600166443?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5126687297600166443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5126687297600166443' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5126687297600166443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5126687297600166443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/waktu-kian-aus.html' title=''/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-6008105660005368627</id><published>2008-02-19T22:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T22:08:02.041-08:00</updated><title type='text'>Biarlah aku memilih</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Biarlah aku memilih….&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Aku berusaha membuka pintumu, Ref.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Tapi kamu tak pernah peduli tentang itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Akhir Oktober. Aku ingin sekali berangkat ke tempat itu. Menyelami kehidupan yang unik. Lalu menjadikannya sebagai potret kehidupan yang sangat menarik. Namun keinginanku kandas di tengah jalan lantaran kau tak pernah bisa mengerti aku. Kau selalu melarangku. Kau selalu mengekangku dengan berjuta alasan. Dan yang paling membikin hatiku sakit: kau melarangku atas nama cinta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kalau kau benar-benar cinta, kenapa kau selalu membayangi langkahku? Kenapa kau selalu mencurigaiku melakukan penyelewengan – dalam hal i8ni, kau menyebutnya selingkuh. Ini bukan yang pertama kalinya. Namun berkali-kali. Berpuluh-puluh kali.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Apakah dengan larangan-arangan seperti itu citaku makin bertambah? Dan pasti kau akan berharap kau menjadi sosok yang pengertian sedunia, pahlawan paling berjasa dalam hidupku, satu-satunya orang yang mengerti aku….&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Tidak, Ref!  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Aku juga benci, atau yang lebih kasar, aku muak dengan segala jenis laranganmu. Memangnya kamu siapa? Orangtuaku saja selalu mendukung jalanku. Orang tuaku tak pernah mencurigaiku berbuat yang enggak-enggak di luaran sana karena kenyataannya memang aku tidak berbuat. Lantas ketika kau menuduhku sekeji itu?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kalau boleh aku bongkar, aku telah memcium kebusukanmu telah lama. Di belakangku, kau ber-sms ria dengan teman gadismu dan merayu-rayu hingga mereka terjerat dan menyatakan cinta padamu. Mungkin kau anggap aku bodoh karena aku memilih diam. Tapi sebenarnya hatiku sakit. Aku mencoba mempertahankan perasaan cinta yang mulai memudar ditelan keegoisanmu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kau tahu. Ref. di luaran, aku bekerja keras untuk mewujudkan cita-citaku. Kau tak perlu merasa kawatir. Karena aku bukan gadis cengeng yang selalu mengeluh dan bergantung pada orang lain.aku cukup tegar. Aku cukup bisa menyelesaikan masalah-masalahku yang berjibun. Aku cukup mampu!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Aku memang anak kecil, Ref. dan kuakui kau telah dewasa. lalu akan ke manakah kau membawa kedewasaanmu kalau dirimu saja masih tergantung sama orang lain?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="right"&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Revalina Ranting&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-6008105660005368627?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/6008105660005368627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=6008105660005368627' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6008105660005368627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6008105660005368627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/biarlah-aku-memilih.html' title='Biarlah aku memilih'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-7744128903193883868</id><published>2008-02-19T21:22:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:25:15.840-08:00</updated><title type='text'>Miserable Song</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Hanya puisi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Miserable Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;aku pun tak mau mengubur pelangi yang melingkar di rambutmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kuseduh angin. jelaga musim&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mengantongi ritme-ritme puisimu dalam nadir kata&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak usah melucu, andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bulan kisut terbesut badai musim&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;seperti pecahan kabut yang kaugenggam dengan jemari runcingmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mulailah berpikir mengenyam pelangi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;potongan hujan gerimis mendesis&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di laut matamu sepotong rubi menggelinjang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;(sementara kecipak kaki waktu di genangan cuaca melagu misere)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kaupun terpincut anut. kejar&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt;bola-bola busa berlayar  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt;di telaga malungmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;alirkan retas getas bahasamu, andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lumat bibir. ciumi gelas-gelas musim – tempat awan memintal hujan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sementara aku takut meluk tubuh sintalmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;beringsut dari potongan musim ke musim lain&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mengejar hujan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mengejar pelangi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Death Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sebelum sayap malaikat merangkul bahumu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;rabalah cermin buram itu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;munculkan wajah kematian di palung matamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;: wahai, kapan kau henti meneken nyawa-nyawa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;aku pun sesat dalam jurang bahasamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;rimba-rimba. potonngan-potongan daun loh mahfud menetes di permukaan hatiku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;merilis lagu:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;peluk tubuhku malaikatku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;udarakan jiwaku dengan sayapmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ah, siapa juga radang benci. nunggu waktu menggugat. beradu logat. hitam pekat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;musuhmulah menjaring kunang-kunang – kuku-kuku leluhur – di perempat malam terakhir&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;embun leleh&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nenggelamkan larik-larik puisimu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;musuhmulah bercermin di palung lumpur&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;gempur kalbu. juga ragu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lupakah kau di mana lembar kalender bladus pupus?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nama-nama angka-angka jenis-jenis hari yang lari  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;aku tersesat di belantara kamus, andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;jejak masik terhapus&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;semak belukar lingkari tubuhku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bunga sulur menjerat  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, andara…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;apa kita akan menunggang kereta yang sama&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bersenandung:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;peluk tubuhku malaikatku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;udarakan jiwaku dengan sayapmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menjelajah lautan cakrawala. bersamamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lalu saat berpapasan dengan malaikat kematian&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kita tanya:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kapan hari itu tiba?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Night Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dan bulan buram itu mengajakku lari mengejar pelangi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;malam, adakah pelangi?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;wangi menghiasi  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;puting janji menelusur daun embun&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.5in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt; basah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;seperti matamu berlayar kapal-kapal tanpa nahkoda  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;seberangi lautan pedih&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;asan garam bersetubuh di belangga darah &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;siratkan petikan api meloncat ke ujung langit&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tetap saja gelap&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;malam, adakah matahari teriris?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kepompong yang bersarang di jantungmu tak jadi menetas&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bunga batal mekat&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kini ludahi sendiri ketiak musim&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;belenggu hasrat&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;prasangka menerat&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ah, tanpa terasa embun tlah mencipta spora-spora kematian di bumi sepi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lumut semberut merenggut gambut&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;pohon-pohon lappuk&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;daun-daun busuk&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;reranting keriting mengering&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namun kausejarahkan tubuhku di musium beku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lelorong bisu, mencabik rahu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;langit hitam membayang dikelopak mataku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;malam, adakah awan putih?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Dream song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ah kau pembual, tak cukupkah mimpi abadi ngisi potongan tidur kacaumu?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;buru-buru kauhapus dengan liurmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;hapus memori&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dan nyata kausimpan di jakunmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ah kau wanita bergaun malam berselendang kelam&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ranjang tetap ranjang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bugil tetap bugil&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak perlu kau malu melepas gaun molekmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak usah takut lidah mimpi rakus jilati ketiakmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;matamu adalah zamrud&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kuasai udara darat dan laut&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ruang-ruang pori-pori tlah merapat jadi singgasanamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak perlu kauseret selimut kabut, wahai wanita&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;cukup kaubenamkan aku dalam ketiakmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;arungi lautan canda&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;cengkerama bersamamu di kulit kerang  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;merancang pesta buta. bisu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tanpa lagu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak sengaja kukais kembali sisa wangimu &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;setahun lalu kaupernah tuangkan air kembang setaman&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di ranjangmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di punggungku kaubangun rumah liliput&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;seserpih mimpi jadi penghuni&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Wind Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kini aku dan kau cuma selapis  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kabut dijinjing lelembut&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menjelujur garis langit&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lembahlembah bukitbukit menjaring angin&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kibaskan kabar burung cinta yang terkutuk&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;cintaku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, perempuan berhati sunyi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nyanyikan lagu klasik  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dongeng abadi raja angin yang bersemayam  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di ruang mega&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sebelum kaukubur dengki&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sirami bunga mawar hitam yang tlah kutanam di telapak tanganmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;simpanlah wangi di ketiakmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;biar kuhirup saat kukembali memenuhi ranjangmu yang hampa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, perempuan bermata jongga&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kuingin belai tubuhmu dengan runcing panah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;setelah lelah berperang nurani sendiri&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lumuri jemari:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dan bukit-bukit kuncup di atas hamparan dadamu membawaku berlayar mengeja menit-menit&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, perempuan berleher jenjang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kalungkan selendang kelam sebelum leleh tergerus waktu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bawalah setumpuk rindu di pucuk kabut tua&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kabut renta&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, jiwa yang terperosok dalam lubang kelam&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;maukah kaupetikkan aku buah khuldi?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tuhan tlah mengutuk cintamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;juga cintaku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lalu gauli ruang-ruang bisu sebelum hangus terberangus api neraka&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kerikil berhamburan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bakar tubuhmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;hujami tubuhku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, perempuan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;maukah kau turut nertawai nasib&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;membanting tiang-tiang rindu teronggok di tepi ladang tanpa pemilik&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lalu kita berlayar di bukit-bukit&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menjaring angin&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menangkap kabut&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Poison Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;hujan yang menetas sore kuyub alirkan auramu di pembuluh darahku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;sendi-sendi harapan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;melukis buah keajaiban&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;–     wajahmu diam-diam mengambang di mataku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namun kau tak muncul meski kupanggil kau beribu-ribu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;cuma senyummu mengikis karang hati&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak usah kauselami mataku yang merembas dengan bahasamu yang getas&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;cukup kureguk racun deresan trembesi tua yag menjulang di akar matamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;penawarmu adalah madu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bersembunyi di larik waktu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bersantaplah dengan di puri agung kencanamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;biar kusimpuh meranduk lutut di depan altar terbakar&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kan kureguk segelas lagi racun-racun peradaban  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menggerogot auramu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;biar aku baringkan tubuh letih di atas pelana ringkih&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di lengkung dedaun ilalang ruhku tergugah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;: racunmu pelan-pelan mengendap&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Train Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di lingkar matamu meluncur sebuah kereta tua tanpa jendela&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dan relrel memanjang disekujur tubuhmu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;membalur membentuk sketsa waktu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kembang ilalang bisu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;meliuk dilibas prolog sebuah novel romance  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tersungkur di sudut bibir&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tanpa tanda baca&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namun slalu terbesit hasrat tuk berlayar di punggungmu, Andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;meski gaun yang kaukenakan licin lumpur&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dan kalung permatamu menjerat kakikakiku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ah, betapa kuingin lagukan kincir di atas pasirpasir lautmu, Andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;berlarian buih kejar gerbong mimpi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mengeja hari: masihkah kausimpan malam minggu untukku?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dalam kereta tua palung matamu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;aku berselingkuh dengan kematian&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kau cemburu. aku tak tahu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;larut aku menggeledah tubuh takdir&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menelanjangi nasib yang terbungkus  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mencabuli nyawaku sendiri&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tak perlu alirkan merah telagamu, andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;diberanda pagi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;aku pergi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;nikmati lindasan rodaroda di ranjang kematian&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;o, andara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;bersamamu aku hidup&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namun tahukah kau hidupku cuma lokomotif tua&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;terongok di lautan sampah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;percuma kauisi gerbong hatiku dengan senyum bidadarimu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;harapku ketus&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;hingga kuragu ajak kau menyisir cakrawala  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;relrel tlah lapuk&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;:masihkah ada hari lain selain minggu?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;hingga aku bisa menunda kematian&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Wedding Song&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namaku jayakumandaka&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;putra cinta pengendara kuda kencana&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di ceruk bumi aku merobek selaput kepompong&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;selaput kabut yang membungkus tubuh merahku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dengan pesawat waktu kulesat&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;di dunia makluk asing aku mendarat&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;manusiamanusia tanpa kepala&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;berkulit bening seperti telaga&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;hingga kumampu lihat organ yang berdetak dalam perutnya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ah, bapak&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kenapa kaukenalkan aku pada perempuan sintal tanpa kepala?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;dia memberangus nasib  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;menorehkan tinta hitam di atas lontar terbakar&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tiada nama&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;jua rupa&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namaku jayakumandaka sang pangeran mimpi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;mengendarai kencana jemput perempuan sintal tanpa kepala&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;tarian mawar&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;lengkung tebu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;harum rumput-rumut bertasbih ngumandang sedih&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;kubicara lewat mata pada perempuan sintal tanpa kepala&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;namun dia berlari telanjang napaki bukit-bukit tandus&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;batinku terhunus&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-7744128903193883868?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/7744128903193883868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=7744128903193883868' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7744128903193883868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/7744128903193883868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/miserable-song.html' title='Miserable Song'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-6745841549483358857</id><published>2008-02-19T21:13:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:17:15.530-08:00</updated><title type='text'>wedding</title><content type='html'>aku emang nggak ngerti makna pernikahan. tapi yang pasti, aku menemukan satu kenyataan bahwa pernikahan bukan cuman buat kebahagiaan semata. tapi lebih dari itu, mungkin, sebagai alat pembelajaran untuk lebih mengerti makna hidup. seperti pernikahan ayah dan ibuku, kakak dan kakak iparku, tante dan pamanku, semua...&lt;br /&gt;yah, moga saja nantinya aku nggak bingung kalau harus menikah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-6745841549483358857?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/6745841549483358857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=6745841549483358857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6745841549483358857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/6745841549483358857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/wedding.html' title='wedding'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-5429817666719214417</id><published>2008-02-19T21:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:13:11.051-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-5429817666719214417?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/5429817666719214417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=5429817666719214417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5429817666719214417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/5429817666719214417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/02/blog-post.html' title=''/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147771784464551673.post-2895487636833382423</id><published>2008-01-23T23:33:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T23:39:34.042-08:00</updated><title type='text'>My Miserable</title><content type='html'>&lt;h3&gt;Tangis untuk Papa dan Mama&lt;/h3&gt;      &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 2.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Manusia memiliki ruang keterbatasan berupa norma kehidupan yang membuat mereka terkungkung dalam gerak dan napasnya. Hingga mereka memilih mencari ladang luas tuk mencari udara kebebasan yang akan mereka hirup sepanjang masa. Membuat mereka seolah menjadi manusia lengkap. Manusia yang independen tanpa belenggu kekuasaan yang menjajah. Namun mereka lupa kalau keterikatan mereka adalah bentuk pengabdian. Di mana mereka tak dibiarkan berpikir tuk merongrong kekuasaan dengan jalan memotong semua pemikiran liberal. &lt;/div&gt;      &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 2.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mungkin sama seperti Mama dan Papa yang tak mau terikat dan menjadi budak keluarga. Mereka lebih memilih berjalan sendiri-sendiri tanpa mau tahu kehidupan masing-masing. Padahal keluarga adalah komunitas kecil yang saling terikat. Tanggung jawab sebagai pilar penyangga, kesetiaan menjadi pondasi utama, kasih sayang menjadi dinding yang menyelimutinya dengan kehangatan dan kehormatan menjadi atap yang melindunginya dari terik dan hujan. &lt;/div&gt;      &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 2.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi mengapa Mama dan Papa tak pernah mengeja huruf vokal? Yang mereka temukan malah huruf konsonan sebagai rumah bagi hidupnya. Dan aku seperti setumpuk kardus bekas di pojok rumah yang menampung barang-barang tak berguna.&lt;/div&gt;      &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 2.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/div&gt;      &lt;h3&gt;Vie’s&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147771784464551673-2895487636833382423?l=revalinaranting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://revalinaranting.blogspot.com/feeds/2895487636833382423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147771784464551673&amp;postID=2895487636833382423' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2895487636833382423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147771784464551673/posts/default/2895487636833382423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://revalinaranting.blogspot.com/2008/01/my-miserable.html' title='My Miserable'/><author><name>revalina ranting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01061856565688307884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
